Aktivitas Sektor Jasa China Menguat

Kamis, 04 Juni 2015 - 11:03 WIB
Aktivitas Sektor Jasa...
Aktivitas Sektor Jasa China Menguat
A A A
SHANGHAI - Aktivitas sektor jasa China meningkat pada Mei, saat bisnis baru tumbuh di level tercepat dalam tiga tahun.

Hasil survei privat yang dirilis kemarin itu menjadi berita bagus bagi para pembuat kebijakan yang berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Para ekonom tetap mengkhawatirkan outlook ekonomi China secara keseluruhan, saat pertumbuhan kredit tetap lemah dan manufaktur stagnan. Mereka memperkirakan otoritas akan menerapkan lebih banyak stimulus untuk mendorong laju pertumbuhan.

Indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index /PMI) yang disusun HSBC/- Markit untuk Mei sebesar 53,5, naik dari 52,9 pada April. Data itu berada di atas level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dan penyusutan. Data Mei itu menjadi pertumbuhan bulan keempat berturut-turut. Sub-komponen bisnis baru sebesar 54,4, naik dari 52,8 pada April dan data tertinggi sejak 54,7 pada Mei 2012.

Tenaga kerja di perusahaan-perusahaan jasa tumbuh di level tercepat sejak Januari 2013, menjadi sinyal positif untuk para pembuat kebijakan saat pemutusan hubungan kerja (PHK) terus terjadi di sektor manufaktur. ”Secara keseluruhan, momentum pertumbuhan tampak relatif lemah, terbebani oleh terus memburuknya kondisi operasional manufaktur,” kata Annabel Fiddes, ekonom di Markit, dikutip kantor berita Reuters.

”Karena itu, langkah stimulus selanjutnya mungkin diperlukan untuk mencapai target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 7% yang ditetapkan pemerintah.” Hasil survei terbaru ini tidak memberikan alasan khusus untuk penguatan bisnis pada Mei. Pada April, beberapa perusahaan jasa mengaitkan peningkatan bisnis baru pada pasar saham yang kuat, yang mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun pada bulan tersebut.

Sebagian besar ekonom skeptis bahwa peningkatan pasar saham akan memengaruhi pertumbuhan konsumsi secara langsung. Selain itu, meningkatkan biaya pendanaan murah untuk perusahaan privat skala kecil dan menengah yang sebagian besar di sektor jasa.

”Di China manfaat pasar saham yang kuat tidak berasal dari efek kekayaan pada konsumsi karena kecenderungan marginal China untuk konsumsi sangat rendah dan rumah tangga China hanya memegang sekitar 5% dari total aset mereka di saham,” tulis Chi Lo, ekonom di BNP Paribas.

”Sebaliknya, keuntungan utama berasal dari pengurangan biaya keuangan saham yang akan membantu mengurangi tekanan keuangan pada perusahaan sektor privat skala kecil dan menengah.”

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
55 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved