Rupiah Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan
Senin, 08 Juni 2015 - 08:23 WIB
Rupiah Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Rupiah pada hari ini diperkirakan tren pelemahan dapat berlanjut. Untuk itu, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan (jika ada).
"Laju rupiah di akhir pekan makin terperosok ke zona merah seiring makin dalamnya pelemahan laju Euro terimbas ekspektasi negatif kemungkinan gagalnya Yunani memenuhi pembayaran utang jatuh temponya 5 Juni," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (8/6/2015).
Di sisi lain, rilis berkurangnya challenger job cuts dan initial jobless claims AS memang tidak direspon positif bursa sahamnya, namun, bagi dolar Amerika Serikat (USD) direspon positif dan membuat nilainya mengalami kenaikan.
Akibatnya, rupiah pun ikut terimbas melemah. Sebelumnya, Reza menyampaikan bahwa penguatan masih sementara sehingga membuat laju rupiah rapuh dan mudah terjadi pelemahan.
"Berat untuk rupiah (sementara ini) mampu berbalik positif terkecuali ada sentimen yang bagus untuk pembalikan arah Rupiah. Sepanjang belum ada sentimen positif, maka nilai rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya," pungkas dia.
Untuk itu, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan (jika ada). Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.280-Rp13.292/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.243/USD.
"Laju rupiah di akhir pekan makin terperosok ke zona merah seiring makin dalamnya pelemahan laju Euro terimbas ekspektasi negatif kemungkinan gagalnya Yunani memenuhi pembayaran utang jatuh temponya 5 Juni," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (8/6/2015).
Di sisi lain, rilis berkurangnya challenger job cuts dan initial jobless claims AS memang tidak direspon positif bursa sahamnya, namun, bagi dolar Amerika Serikat (USD) direspon positif dan membuat nilainya mengalami kenaikan.
Akibatnya, rupiah pun ikut terimbas melemah. Sebelumnya, Reza menyampaikan bahwa penguatan masih sementara sehingga membuat laju rupiah rapuh dan mudah terjadi pelemahan.
"Berat untuk rupiah (sementara ini) mampu berbalik positif terkecuali ada sentimen yang bagus untuk pembalikan arah Rupiah. Sepanjang belum ada sentimen positif, maka nilai rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya," pungkas dia.
Untuk itu, tetap mewaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan (jika ada). Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.280-Rp13.292/USD.
Sementara posisi rupiah akhir pekan lalu berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.288/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.243/USD.
(izz)