Pasokan Melimpah, Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh
Senin, 08 Juni 2015 - 10:39 WIB
Pasokan Melimpah, Harga Minyak Dunia Kembali Jatuh
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah global pada perdagangan hari ini jatuh karena pasar kelebihan pasokan menyusul keputusan OPEC menyusul mempertahankan target produksi.
OPEC pada Jumat kemarin sepakat untuk tetap pada kebijakannya untuk tidak membatasi output, yang saat ini berada di atas 30 juta barel per hari.
Hal tersebut memberikan kontribusi untuk pasar yang telah mencapai jutaan barel minyak mentah yang disimpan di kapal tanker tanpa pembeli.
"Permintaan atau suplai minyak mentah dunia tetap dalam pasokan berlebih," kata Presiden Asosiasi Perminyakan Jepang (PAJ) Yasushi Kimura setelah keputusan OPEC seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/6/2015).
"OPEC memproyeksikan adanya kelanjutan permintaan perusahaan dalam permintaan minyak mentah global dan dinilai saat ini tidak perlu untuk mengubah tingkat produksi. Keputusan tersebut juga mencerminkan pandangan bahwa pemotongan produksi tunggal OPEC akan diimbangi oleh meningkatnya produksi minyak serpih," imbuhnya.
Harga minyak brent untuk bulan depan turun 51 sen menjadi USD62,80 per barel pada pukul 0227 GMT. Sementara, minyak mentah AS berada pada harga USD58,57 per barel, atau turun 56 sen.
"Kami memperkirakan bahwa Arab dan produsen penerbangan murah lainnya akan terus meningkatkan output karena ini adalah langkah logis berikutnya untuk memaksimalkan pendapatan dalam menghadapi skalabilitas minyak serpih," kata Goldman Sachs.
Pihaknya melihat bahwa pasar minyak global akan tetap kelebihan pasokan pada 2016 karena peningkatan produksi dari anggota OPEC, Irak dan Rusia.
"Untuk saat ini, OPEC akan menunggu harga yang lebih rendah untuk mengekang pihak non-OPEC atas pertumbuhan pasokan untuk merangsang permintaan global," kata Barclays.
OPEC pada Jumat kemarin sepakat untuk tetap pada kebijakannya untuk tidak membatasi output, yang saat ini berada di atas 30 juta barel per hari.
Hal tersebut memberikan kontribusi untuk pasar yang telah mencapai jutaan barel minyak mentah yang disimpan di kapal tanker tanpa pembeli.
"Permintaan atau suplai minyak mentah dunia tetap dalam pasokan berlebih," kata Presiden Asosiasi Perminyakan Jepang (PAJ) Yasushi Kimura setelah keputusan OPEC seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/6/2015).
"OPEC memproyeksikan adanya kelanjutan permintaan perusahaan dalam permintaan minyak mentah global dan dinilai saat ini tidak perlu untuk mengubah tingkat produksi. Keputusan tersebut juga mencerminkan pandangan bahwa pemotongan produksi tunggal OPEC akan diimbangi oleh meningkatnya produksi minyak serpih," imbuhnya.
Harga minyak brent untuk bulan depan turun 51 sen menjadi USD62,80 per barel pada pukul 0227 GMT. Sementara, minyak mentah AS berada pada harga USD58,57 per barel, atau turun 56 sen.
"Kami memperkirakan bahwa Arab dan produsen penerbangan murah lainnya akan terus meningkatkan output karena ini adalah langkah logis berikutnya untuk memaksimalkan pendapatan dalam menghadapi skalabilitas minyak serpih," kata Goldman Sachs.
Pihaknya melihat bahwa pasar minyak global akan tetap kelebihan pasokan pada 2016 karena peningkatan produksi dari anggota OPEC, Irak dan Rusia.
"Untuk saat ini, OPEC akan menunggu harga yang lebih rendah untuk mengekang pihak non-OPEC atas pertumbuhan pasokan untuk merangsang permintaan global," kata Barclays.
(izz)
Lihat Juga :