PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:38 WIB
loading...
PENAS XVII 2026 Jadi...
Ribuan pelaku agribisnis, petani, nelayan, koperasi, akademisi, penyedia teknologi, hingga investor dari berbagai daerah memadati pembukaan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kawasan GOR David Tony, Gorontalo, Sabtu (20/6). FOTO/dok.SindoNews
A A A
GORONTALO - Ribuan pelaku agribisnis, petani, nelayan, koperasi, akademisi, penyedia teknologi, hingga investor dari berbagai daerah memadati pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kawasan GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6). Ajang akbar tiga tahunan Kelompok Tani Nelayan (KTNA) yang diselenggarakan oleh KTNA dan PT Fery Agung Corindotama (FERACO) ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi petani dan nelayan, tetapi juga berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku usaha, investor, penyedia teknologi, lembaga pembiayaan, serta pemangku kepentingan sektor pangan nasional.

Area pameran seluas 30.000 meter persegi diikuti lebih dari 300 perusahaan, BUMN, koperasi, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri pendukung, yang menampilkan beragam inovasi mulai dari alat mesin pertanian modern, teknologi irigasi dan budidaya presisi, bioenergi, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, hingga solusi digital untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional.

Sebagai penyelenggara, KTNA dan FERACO merancang kawasan pameran tidak hanya sebagai ruang promosi produk, tetapi juga sebagai pusat interaksi bisnis, transfer teknologi, dan penjajakan investasi yang mempertemukan seluruh rantai nilai sektor pertanian dan perikanan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi

Kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia pada pembukaan PENAS XVII 2026 semakin menegaskan pentingnya sektor pangan sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Wapres juga mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang telah menyederhanakan berbagai regulasi distribusi pupuk sehingga akses petani terhadap pupuk bersubsidi menjadi lebih mudah dan cepat.

PENAS XVII 2026 digelar di tengah sejumlah tantangan strategis sektor pangan nasional. Mulai dari tekanan perubahan iklim yang mengganggu pola tanam dan produksi, alih fungsi lahan produktif, ketergantungan pada impor beberapa komoditas pangan, hingga kebutuhan percepatan adopsi teknologi di tingkat petani dan nelayan.

Selain itu, tingkat susut hasil panen (post-harvest loss) yang masih mencapai 20 persen secara nasional serta terbatasnya akses petani terhadap permodalan dan alat mesin pertanian modern menjadi pekerjaan rumah bersama.

Dalam konteks itulah, PENAS XVII 2026 hadir sebagai bagian dari solusi dengan menghubungkan langsung inovasi teknologi, pembiayaan, dan kebijakan dengan pelaku utama di lapangan dalam sebuah ekosistem terpadu yang tidak hanya menampilkan solusi teknologi, tetapi juga memfasilitasi investasi, transfer pengetahuan, dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan antara sektor hulu hingga hilir.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Rekomendasi
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved