Stok Beras di Bantul Aman hingga Enam Bulan
Senin, 08 Juni 2015 - 22:25 WIB
Stok Beras di Bantul Aman hingga Enam Bulan
A
A
A
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan pasokan bahan pokok aman. Stok beras aman hingga enam bulan ke depan.
Isu beras plastik yang sempat mendera belakangan ini tidak berpengaruh terhadap pasokan beras di masyarakat dan di gudang-gudang milik pemerintah seperti Badan Urusan Logistik (Bulog).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kab Bantul Sulistyanto mengatakan, berdasarkan inspeksinya di gudang Bulog dia memastikan stok beras aman untuk enam bulan ke depan.
Sehingga, memasuki Ramadan dan Lebaran nanti, komoditas khususnya beras pasti aman. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan beras. "Aman, jangan khawatir stok kita di gudang masih cukup untuk enam bulan ke depan," terangnya, Senin (8/6/2015).
Sebenarnya, stok di Kabupaten Bantul jauh mencukupi karena hasil beras di Kabupaten Bantul mencapai 180.000 ton setahun, sementara konsumsi di Bantul hanya mencapai 100.000 ton atau surplus 80.000 ton. Namun, selaku pembina para petani, dia mengaku gembira dengan tingginya harga beras tersebut.
Sulistyanto mengatakan, tidak ada alasan jika harga beras akan naik signifikan selama Ramadan dan Lebaran. Karena dari sisi stok yang ada di kabupaten Bantul masih jauh mencukupi bahkan Bantulmerupakan wilayah yang mengalami surplus beras dan menjadi pemasok daerah lain.
Tercatat panen padi di daerah ini sudah mencapai rata-rata 11,1 ton per hektare, jauh dari angka rata-rata panen nasional sebesar 5,2 ton per hektare.
"Hasil panenan kita itu 192 ribu ton gabah atau 140 ribu ton beras. Padahal kebutuhan kita paling banyak 90 ribu ton beras, sehingga kita surplus. Ini pasti ada permainan," tegasnya.
Menjelang Ramadan dan Lebaran, pihaknya akan melakukan inspeksi ke pasar tradisional untuk memastikan pasokan bahan pokok aman. Meski beberapa komoditas sudah menunjukkan kenaikan, tetapi masih dinilai wajar dan belum membebani masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo mengatakan, untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran, Disperindagkop bertugas memastikan pasokan semua komoditas aman.
Karena, ketika memasuki Ramadan dan Lebaran tingkat konsumsi di masyarakat selalu mengalami lonjakan. "Kami akan inspeksi dengan melibatkan semua instansi terkait," terangnya.
Selain untuk memastikan pasokan, inspeksi ini juga untuk memastikan kualitas dari barang-barang yang masuk ke Bantul. Pihaknya juga akan menggandeng Dinas Kesehatan serta Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) yang membawahi peternakan untuk memastikan beberapa komoditas seperti daging aman dikonsumsi.
Isu beras plastik yang sempat mendera belakangan ini tidak berpengaruh terhadap pasokan beras di masyarakat dan di gudang-gudang milik pemerintah seperti Badan Urusan Logistik (Bulog).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kab Bantul Sulistyanto mengatakan, berdasarkan inspeksinya di gudang Bulog dia memastikan stok beras aman untuk enam bulan ke depan.
Sehingga, memasuki Ramadan dan Lebaran nanti, komoditas khususnya beras pasti aman. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan beras. "Aman, jangan khawatir stok kita di gudang masih cukup untuk enam bulan ke depan," terangnya, Senin (8/6/2015).
Sebenarnya, stok di Kabupaten Bantul jauh mencukupi karena hasil beras di Kabupaten Bantul mencapai 180.000 ton setahun, sementara konsumsi di Bantul hanya mencapai 100.000 ton atau surplus 80.000 ton. Namun, selaku pembina para petani, dia mengaku gembira dengan tingginya harga beras tersebut.
Sulistyanto mengatakan, tidak ada alasan jika harga beras akan naik signifikan selama Ramadan dan Lebaran. Karena dari sisi stok yang ada di kabupaten Bantul masih jauh mencukupi bahkan Bantulmerupakan wilayah yang mengalami surplus beras dan menjadi pemasok daerah lain.
Tercatat panen padi di daerah ini sudah mencapai rata-rata 11,1 ton per hektare, jauh dari angka rata-rata panen nasional sebesar 5,2 ton per hektare.
"Hasil panenan kita itu 192 ribu ton gabah atau 140 ribu ton beras. Padahal kebutuhan kita paling banyak 90 ribu ton beras, sehingga kita surplus. Ini pasti ada permainan," tegasnya.
Menjelang Ramadan dan Lebaran, pihaknya akan melakukan inspeksi ke pasar tradisional untuk memastikan pasokan bahan pokok aman. Meski beberapa komoditas sudah menunjukkan kenaikan, tetapi masih dinilai wajar dan belum membebani masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Bantul Sahadi Suparjo mengatakan, untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran, Disperindagkop bertugas memastikan pasokan semua komoditas aman.
Karena, ketika memasuki Ramadan dan Lebaran tingkat konsumsi di masyarakat selalu mengalami lonjakan. "Kami akan inspeksi dengan melibatkan semua instansi terkait," terangnya.
Selain untuk memastikan pasokan, inspeksi ini juga untuk memastikan kualitas dari barang-barang yang masuk ke Bantul. Pihaknya juga akan menggandeng Dinas Kesehatan serta Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) yang membawahi peternakan untuk memastikan beberapa komoditas seperti daging aman dikonsumsi.
(izz)
Lihat Juga :