Ini Alasan Dirut Bulog Berasal dari BRI

Senin, 08 Juni 2015 - 19:10 WIB
Ini Alasan Dirut Bulog...
Ini Alasan Dirut Bulog Berasal dari BRI
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengangkat Djarot Kusumayakti sebagai direktur utama (dirut) Perum Bulog, menggantikan Lenny Sugihat yang dicopot dari jabatannya.

Djarot merupakan Direktur Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Lantas mengapa pemerintah kembali menempatkan bankir dari BRI untuk menduduki posisi Bos Bulog?

Deputi bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN Muhammad Zamkhani mengungkapkan, kembali terpilihnya bankir dari BRI sebagai Dirut Bulog hanyalah sebuah kebetulan. Djarot sendiri sedianya merupakan salah satu kandidat Dirut Bulog semasa pemilihan Lenny.

"Kalau background sama saja. Kebetulan saja dari BRI. ‎Itu kan sebenarnya calon (Dirut) juga saat bu Lenny dan awal tahun, bu Lenny yang terpilih," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Namun, melihat perkembangan dan target Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penyerapan beras Bulog, Lenny kurang mampu menyerap beras petani, akhirnya para pimpinan memutuskan untuk mengganti Lenny.‎

Kendati demikian, Zamkhani membantah jika disebut bahwa Lenny gagal mengemban tugasnya sebagai orang nomor satu di Bulog. Dalam banyak hal, Lenny diakuinya telah berupaya banyak untuk pembenahan Bulog.

"Saat ini, juga sedang dimatangkan (pembenahan bulog). Program-programnya kan ada yang jangka pendek, menengah dan panjang. Namun jangka pendek ini yang penyerapan beras dari petani kurang," imbuh dia.‎

Menurutnya, Djarot pun telah melalui seleksi Tim Penilaian Akhir (TPA). Namun, dipastikan terpilihnya Djarot sebagai dirut Bulog bukan atas permintaan Jokowi.‎

"Saya kurang tahu, tapi yang jelas kita melihat khusus pada pencapaian. Kalau yang lain dalam banyak hal sudah banyak dilakukan," kata dia.

Dirinya juga membantah jika dikatakan pemberhentian Lenny sebagai dirut Bulog masih prematur lantaran baru beberapa bulan menjabat.

"Ya kan ada parameter atau kriteria yang harus dicapai," pungkasnya.‎
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Akan...
Kementerian BUMN Akan Gabungkan Bulog dengan PTPN dan RNI
Kementerian BUMN Bakal...
Kementerian BUMN Bakal Gabungkan Bulog dengan PTPN dan RNI
Bulog Jalin Sinergi...
Bulog Jalin Sinergi dengan Kementerian BUMN dan Unsoed Fokus Majukan Pendidikan
Bulog Serap Gabah Petani...
Bulog Serap Gabah Petani Capai 725.000 Ton Setara Beras, Rekor 10 Tahun Terakhir
Buwas Tetap Bertengger...
Buwas Tetap Bertengger di Bulog, karena Keberanian dan Kebijakannya?
BULOG Tegaskan Margin...
BULOG Tegaskan Margin 7% Bukan Keuntungan, Melainkan Kompensasi Tugas Negara
Berita Terkini
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
24 menit yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
12 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
13 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved