Buwas Tetap Bertengger di Bulog, karena Keberanian dan Kebijakannya?

loading...
Buwas Tetap Bertengger di Bulog, karena Keberanian dan Kebijakannya?
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian BUMN telah merobak jajaran direksi Perum Bulog. Yang menarik, posisi Budi Waseso alias Buwassebagai dirut masih tetap bertahan.

Tentu saja ada alasan tersendiri yang membuat Buwas masih duduk menjadi orang nomor satu di BUMN urusan logistik itu. Salah satunya, sikap berani dan tegas Buwas dalam memimpin Bulog sehingga diakui oleh Kementerian BUMN. (Baca juga:Ini Tujuan Mulia Menteri Erick atas Penetapan Alexandra dan Sigit dalam Jajaran Direksi Mandiri)

Salah satu bentuk ketegasan sikap Buwas itu terlihat ketika mengancam pemecatan terhadap 100 pegawai jika ketahuan bermain dalam distribusi beras. Gebrakan itu dilakukan lantaran Buwas ingin membuat Perum Bulog tetap bersih, serta memberikan pelayanan terbaik.

Sikap tegas Buwas tak lepas dari latar belakangnya sebelum duduk mengurusi Bulog. Budi Waseso merupakan mantan Kepala Bareskrim yang namanya menjulang lantaran kasus Cicak Vs Buaya jilid II. Buwas menduduki jabatanKepala Bareskrim pada Januari 2015 setelah menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius.



Nah untuk meredakan ketegangan kasus Cicak vs Buaya, Budi Waseso kemudian dikirim ke BNN pada pertengahan 2015. Budi menggantikan Anang Iskandar yang didapuk menjadi Kabareskrim menggantikan Budi sendiri. Kejadian ini kemudian dikenal sebagai tukar posisi antara Buwas dan Anang.

Perjalanan karir Budi Waseso di kepolisian terbilang moncer. Di tahun 2009, Buwas menjabat sebagai Kepala Bidang Propram Polda Jateng. Setahun kemudian, dirinya ditarik ke Mabespolri untuk menempati posisi Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri.

Pria kelahiran 19 Februari tahun 1960 ini sempat menjadi Kapolda Gorontalo pada Juli 2012 dengan pangkat Brigjen. Ketika menjabat Kapolda Gorontalo, Buwas menunjukkan tajinya terhadap Gubernur Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie sehingga berakhir di persidangan pada tahun 2015. Buwas pun memenangkan pertarungan itu karena Rusli divonis 8 bulan penjara atas kasus pencemaran nama baik terhadap Buwas.



Setahun dua bulan menjabat Kapolda Gorontalo, Budi Waseso dimutasi ke Mabes Polri. September 2013, ia naik pangkat menjadi inspektur jenderal dan menjabat widyaiswara utama. (Baca juga:Erick Thohir Rombak Direksi Bulog, Buwas Digeser?)
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top