PLN Klaim Efisiensi Rp5,67 Triliun
Selasa, 09 Juni 2015 - 09:34 WIB
PLN Klaim Efisiensi Rp5,67 Triliun
A
A
A
NUSA DUA - PT PLN (Persero) Distribusi Wilayah Bali mengklaim tiap tahun bisa melakukan efisiensi hingga Rp5,67 triliun menyusul beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang.
General Manajer PLN Distribusi Wilayah Bali Doddy Pangaribuan mengatakan PLTU Celukan Bawang Unit 1 memiliki kapasitas 130 megawatt (MW) diperoleh efisiensi Rp4,6 miliar per hari. Adapun PLTU Unit 2 memiliki kapasitas 125 MW dengan efisiensi Rp8 miliar. PLTU Celukan Bawang Unit 3 memiliki kapasitas hingga 125 MW dengan efisiensi Rp2,7 miliar per hari.
”Beroperasinya tiga unit PLTU Celukan Bawang memiliki total efisiensi Rp15 miliar per hari atau Rp5,67 triliun per tahun,” kata dia di Nusa Dua, Bali, kemarin. Menurut dia, PLN akan terus melakukan efisiensi dengan menurunkan biaya pokok produksi pembangkit listrik. Namun, pihaknya juga tetap menjamin serta meningkatkan keandalan pasokan listrik. ”Kami akan terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus menurunkan biaya pokok produksi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, untuk melakukanefisiensiPLNjugasedang menjalankan beberapa proyek yang saat ini sedang dikerjakan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk dan PLTG Pemaron dengan total kapasitas 218 MW. ”Pemanfaatan gas untuk listrik memberikan keuntungan dari sisi lingkungan, pengurangan CO2 sekitar 1 juta ton per tahun,” ungkapnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirmam Said meminta agar PLN terus meningkatkan penggunaan gas untuk pembangkit. Di samping itu, Sudirman juga meminta rasio elektrifikasi di Bali terus ditingkatkan. ”Saat ini rasio elektrifikasi, khususnya di Bangli, masih 69%, artinya masih di bawah rata-ratanasional84%,” katanya.
Nanang wijayanto
General Manajer PLN Distribusi Wilayah Bali Doddy Pangaribuan mengatakan PLTU Celukan Bawang Unit 1 memiliki kapasitas 130 megawatt (MW) diperoleh efisiensi Rp4,6 miliar per hari. Adapun PLTU Unit 2 memiliki kapasitas 125 MW dengan efisiensi Rp8 miliar. PLTU Celukan Bawang Unit 3 memiliki kapasitas hingga 125 MW dengan efisiensi Rp2,7 miliar per hari.
”Beroperasinya tiga unit PLTU Celukan Bawang memiliki total efisiensi Rp15 miliar per hari atau Rp5,67 triliun per tahun,” kata dia di Nusa Dua, Bali, kemarin. Menurut dia, PLN akan terus melakukan efisiensi dengan menurunkan biaya pokok produksi pembangkit listrik. Namun, pihaknya juga tetap menjamin serta meningkatkan keandalan pasokan listrik. ”Kami akan terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus menurunkan biaya pokok produksi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, untuk melakukanefisiensiPLNjugasedang menjalankan beberapa proyek yang saat ini sedang dikerjakan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk dan PLTG Pemaron dengan total kapasitas 218 MW. ”Pemanfaatan gas untuk listrik memberikan keuntungan dari sisi lingkungan, pengurangan CO2 sekitar 1 juta ton per tahun,” ungkapnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirmam Said meminta agar PLN terus meningkatkan penggunaan gas untuk pembangkit. Di samping itu, Sudirman juga meminta rasio elektrifikasi di Bali terus ditingkatkan. ”Saat ini rasio elektrifikasi, khususnya di Bangli, masih 69%, artinya masih di bawah rata-ratanasional84%,” katanya.
Nanang wijayanto
(ars)