Emosi Tak Terkendali, Menteri ESDM Minta Maaf ke DPR
Kamis, 11 Juni 2015 - 14:37 WIB
Emosi Tak Terkendali, Menteri ESDM Minta Maaf ke DPR
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta maaf di depan anggota Komisi VII DPR RI lantaran emosinya yang tidak terkendali, saat rapat kerja (raker) antara pemerintah dan parlemen.
Dia mengaku sangat menyayangi dan menghormati forum yang selama ini menjadi mitra pemerintah tersebut. Dirinya ingin menjaga martabat forum ini dari ucapan dan tindakan yang seakan merendahkan orang lain.
"Saya ingin curhat sedikit Pak. Saya sayang betul dengan forum ini. Saya hormat dan sangat ingin menjaga martabat forum ini. Dan biasanya saya agak sensitif dengan ungkapan yang agak merendahkan orang. Mohon maaf," ucapnya di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2015).
Sebab itu, mantan Bos Pindad ini berharap ke depan antara kedua belah pihak bisa saling menghormati dan menghargai institusi masing-masing. Selain itu setiap institusi bisa menjalankan peran masing-masing tanpa menjatuhkan yang lain.
"Dan mudah-mudahan apa yang kita ekspresikan adalah bagian kita menjalankan tugas. Jadi saya minta maaf. Mari kita jaga martabat dan harga diri forum ini," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Sudirman terlihat emosi saat berlangsungnya rapat kerja (raker) antara Komisi VII DPR RI dengan pemerintah untuk membahas RAPBN 2016.
Bahkan, mantan Bos Pindad ini telihat sempat menggebrak meja saat rapat berlangsung. Hal ini bermula dari kedatangan perusahaan minyak dan gas (migas) berstatus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang sedianya diundang Komisi VII DPR RI untuk menentukan target lifting migas dalam APBN 2016.
Namun, kedatangan perusahaan KKKS tersebut justru direspon negatif oleh salah satu anggota Komisi VII DPR RI Arry Purnomo, yang mengungkapkan seharusnya perusahaan KKKS tersebut tidak perlu hadir dan cukup diwakili SKK Migas.
"Ini kok KKKS datang kesini, seharusnya bisa diwakilkan oleh SKK Migas. Berarti ini ada sistem yang enggak jalan. Ada sistem yang breakdown," ucap Arry di gedung DPR RI, hari ini.
Arry juga mempersoalkan perbedaan realisasi lifting migas di 2015 dan rencana 2015 antara KKKS dan SKK Migas. "Angka-angka yang disampaikan SKK Migas dengan KKKS terjadi deviasi yang sangat signifikan. Kita patut pertanyaan kenapa bisa terjadi. Ada sesuatu yang miss di sini," imbuh dia.
Menanggapi hal itu, Sudirman merasa tidak terima dengan pernyataan anggota dewan Fraksi Partai Gerindra tersebut yang menyatakan bahwa ada sistem yang tidak jalan, lantaran kehadiran KKKS dalam raker antara parlemen dan pemerintah tersebut.
"Mohon bapak-bapak sekalian, ruangan ini adalah salah satu pembentuk batin bangsa. Statemen bapak-bapak sekalian itu, saya keberatan kalau disebut sistem rusak. Sistem is fine. Saya keberatan dengan statement Pak Arry, sistemnya breakdown," tegas Sudirman.
Baca: Menteri ESDM Emosi di Depan Anggota DPR
Dia mengaku sangat menyayangi dan menghormati forum yang selama ini menjadi mitra pemerintah tersebut. Dirinya ingin menjaga martabat forum ini dari ucapan dan tindakan yang seakan merendahkan orang lain.
"Saya ingin curhat sedikit Pak. Saya sayang betul dengan forum ini. Saya hormat dan sangat ingin menjaga martabat forum ini. Dan biasanya saya agak sensitif dengan ungkapan yang agak merendahkan orang. Mohon maaf," ucapnya di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2015).
Sebab itu, mantan Bos Pindad ini berharap ke depan antara kedua belah pihak bisa saling menghormati dan menghargai institusi masing-masing. Selain itu setiap institusi bisa menjalankan peran masing-masing tanpa menjatuhkan yang lain.
"Dan mudah-mudahan apa yang kita ekspresikan adalah bagian kita menjalankan tugas. Jadi saya minta maaf. Mari kita jaga martabat dan harga diri forum ini," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Sudirman terlihat emosi saat berlangsungnya rapat kerja (raker) antara Komisi VII DPR RI dengan pemerintah untuk membahas RAPBN 2016.
Bahkan, mantan Bos Pindad ini telihat sempat menggebrak meja saat rapat berlangsung. Hal ini bermula dari kedatangan perusahaan minyak dan gas (migas) berstatus Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang sedianya diundang Komisi VII DPR RI untuk menentukan target lifting migas dalam APBN 2016.
Namun, kedatangan perusahaan KKKS tersebut justru direspon negatif oleh salah satu anggota Komisi VII DPR RI Arry Purnomo, yang mengungkapkan seharusnya perusahaan KKKS tersebut tidak perlu hadir dan cukup diwakili SKK Migas.
"Ini kok KKKS datang kesini, seharusnya bisa diwakilkan oleh SKK Migas. Berarti ini ada sistem yang enggak jalan. Ada sistem yang breakdown," ucap Arry di gedung DPR RI, hari ini.
Arry juga mempersoalkan perbedaan realisasi lifting migas di 2015 dan rencana 2015 antara KKKS dan SKK Migas. "Angka-angka yang disampaikan SKK Migas dengan KKKS terjadi deviasi yang sangat signifikan. Kita patut pertanyaan kenapa bisa terjadi. Ada sesuatu yang miss di sini," imbuh dia.
Menanggapi hal itu, Sudirman merasa tidak terima dengan pernyataan anggota dewan Fraksi Partai Gerindra tersebut yang menyatakan bahwa ada sistem yang tidak jalan, lantaran kehadiran KKKS dalam raker antara parlemen dan pemerintah tersebut.
"Mohon bapak-bapak sekalian, ruangan ini adalah salah satu pembentuk batin bangsa. Statemen bapak-bapak sekalian itu, saya keberatan kalau disebut sistem rusak. Sistem is fine. Saya keberatan dengan statement Pak Arry, sistemnya breakdown," tegas Sudirman.
Baca: Menteri ESDM Emosi di Depan Anggota DPR
(izz)
Lihat Juga :