Laju Rupiah Dibayangi Rilis Neraca Perdagangan

Senin, 15 Juni 2015 - 08:45 WIB
Laju Rupiah Dibayangi...
Laju Rupiah Dibayangi Rilis Neraca Perdagangan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diproyeksi akan dibayangi rilis neraca perdagangan.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, dengan mulai adanya sentimen negatif pada laju Euro membuat laju rupiah berpotensi melanjutkan pelemahannya.

"Apalagi jika rilis neraca perdagangan tidak mampu memenuhi harapan pelaku pasar tentu akan berdampak buruk pada laju rupiah nantinya" katanya di Jakarta, Senin (15/6/2015).

Kendati demikian, tetap cermati setiap sentimen yang dirilis. Reza memprediksi, rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.310-Rp13.325/USD.

Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.317/USD. Posisi ini melemah 25 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp13.392/USD.

Pelemahan rupiah akhir pekan lalu terjadi setelah laju euro kembali melemah pasca beredarnya berita hengkangnya IMF secara tiba-tiba dari pembicaraan negosiasi utang Yunani karena menilai Yunani belum ada kemajuan yang berarti untuk menyelesaikan utang-utangnya.

Selain itu, tampaknya pelaku pasar juga mengantisipasi rilis neraca perdagangan di pekan ini. Untuk sementara, dia memprediksi, masih ada potensi terjadinya surplus antara USD600 juta–USD750 juta, namun untuk masing-masing data ekspor dan impornya kemungkinan akan lebih rendah dari sebelumnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
China Rilis Laporan...
China Rilis Laporan Pelanggaran HAM Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved