BI: Surplus Neraca Dagang Bisa Pacu Kinerja Kuartal II
Selasa, 16 Juni 2015 - 15:06 WIB
BI: Surplus Neraca Dagang Bisa Pacu Kinerja Kuartal II
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang bahwa tren surplus neraca perdagangan Mei 2015 sangat positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan kuartal II/2015.
"Bank Indonesia memperkirakan struktur neraca perdagangan Indonesia ke depan akan lebih sehat dan semakin mendukung proses pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam rilisnya, Selasa (16/6/2015).
Dia melanjutkan, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2015 kembali mencatat surplus sebesar USD0,95 miliar ditopang oleh kenaikan surplus neraca nonmigas dan penurunan defisit neraca migas.
"Surplus neraca perdagangan pada Mei 2015 lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD0,48 miliar," ujar dia.
Kinerja neraca perdagangan Mei 2015 juga lebih baik dibandingkan dengan kinerja Mei 2014, yang mencatat surplus sebesar USD0,05 miliar.
Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Mei 2015 meningkat menjadi USD1,66 miliar dari bulan sebelumnya senilai USD1,36 miliar. Kenaikan surplus neraca nonmigas dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor nonmigas.
Ekspor nonmigas terkontraksi sebesar 3,9% (mtm) menjadi USD11,19 miliar, terutama karena turunnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, mesin/peralatan listrik, karet dan barang dari karet serta kendaraan dan bagiannya.
Penurunan lebih lanjut tertahan oleh perbaikan kinerja ekspor beberapa komoditas, terutama bijih, kerak dan abu logam, benda-benda dari besi dan baja serta bahan kimia anorganik.
"Penurunan kinerja ekspor juga diiringi oleh penurunan impor nonmigas sebesar 7,4% (mtm) menjadi USD9,53 miliar, terutama karena penurunan impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik serta besi dan baja," ujar dia.
Kinerja neraca perdagangan migas juga membaik dengan defisit yang menurun menjadi USD0,71 miliar dari bulan sebelumnya USD0,88 miliar. Penurunan defisit tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas sebesar 6,0% (mtm) yang disertai dengan penurunan impor migas yang lebih dalam sebesar 10,9% (mtm).
Ekspor migas periode Mei 2015 tercatat sebesar USD1,37 miliar, lebih rendah dibanding periode sebelumnya sebesar USD1,46 miliar, sejalan dengan berkurangnya ekspor hasil minyak dan gas.
"Sementara itu, impor migas turun dari USD2,34 miliar pada bulan sebelumnya menjadi USD2,08 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah, hasil minyak dan gas," tutur dia.
"Bank Indonesia memperkirakan struktur neraca perdagangan Indonesia ke depan akan lebih sehat dan semakin mendukung proses pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam rilisnya, Selasa (16/6/2015).
Dia melanjutkan, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2015 kembali mencatat surplus sebesar USD0,95 miliar ditopang oleh kenaikan surplus neraca nonmigas dan penurunan defisit neraca migas.
"Surplus neraca perdagangan pada Mei 2015 lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD0,48 miliar," ujar dia.
Kinerja neraca perdagangan Mei 2015 juga lebih baik dibandingkan dengan kinerja Mei 2014, yang mencatat surplus sebesar USD0,05 miliar.
Surplus neraca perdagangan nonmigas pada Mei 2015 meningkat menjadi USD1,66 miliar dari bulan sebelumnya senilai USD1,36 miliar. Kenaikan surplus neraca nonmigas dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor nonmigas.
Ekspor nonmigas terkontraksi sebesar 3,9% (mtm) menjadi USD11,19 miliar, terutama karena turunnya ekspor lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, mesin/peralatan listrik, karet dan barang dari karet serta kendaraan dan bagiannya.
Penurunan lebih lanjut tertahan oleh perbaikan kinerja ekspor beberapa komoditas, terutama bijih, kerak dan abu logam, benda-benda dari besi dan baja serta bahan kimia anorganik.
"Penurunan kinerja ekspor juga diiringi oleh penurunan impor nonmigas sebesar 7,4% (mtm) menjadi USD9,53 miliar, terutama karena penurunan impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik serta besi dan baja," ujar dia.
Kinerja neraca perdagangan migas juga membaik dengan defisit yang menurun menjadi USD0,71 miliar dari bulan sebelumnya USD0,88 miliar. Penurunan defisit tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas sebesar 6,0% (mtm) yang disertai dengan penurunan impor migas yang lebih dalam sebesar 10,9% (mtm).
Ekspor migas periode Mei 2015 tercatat sebesar USD1,37 miliar, lebih rendah dibanding periode sebelumnya sebesar USD1,46 miliar, sejalan dengan berkurangnya ekspor hasil minyak dan gas.
"Sementara itu, impor migas turun dari USD2,34 miliar pada bulan sebelumnya menjadi USD2,08 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah, hasil minyak dan gas," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :