BI Jateng Siapkan Uang Tunai Rp15 Triliun selama Lebaran
Rabu, 17 Juni 2015 - 03:22 WIB
BI Jateng Siapkan Uang Tunai Rp15 Triliun selama Lebaran
A
A
A
JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan uang tunai sekitar Rp15 triliun untuk melayani penarikan uang selama Ramadan dan Lebaran. Jumlah tersebut dibagi KPw BI Solo, KPw BI Tegal, dan KPw BI Purwokerto.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia KPw Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan, disediakannya dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan penarikan menjelang Lebaran pada 2015. Di mana pada 2014 realisasi jumlah penarikan uang perbankan mencapai Rp11,7 triliun. Adapun jumlah penukaran masyarakat pada 2014 mencapai Rp395 miliar.
“Kami telah melakukan berbagai persiapan dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai periode Ramadan dan ldul Fitri 1436 H, baik dari segi jumlah maupun pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan cara mengoptimalkan distribusi dan persediaan uang tunai,” ujarnya, Selasa (16/6/2015).
Dia menjelaskan, khusus untuk KPw BI Provinsi Jateng, realisasi jumlah penarikan uang oleh perbankan mencapai Rp4,2 triliun dan jumlah penukaran masyarakat mencapai Rp123 miliar. “Pecahan uang yang banyak diminati masyarakat diperkirakan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya seperti Rp5.000, Rp10.000 dan pecahan Rp20.000,” katanya.
Selama Ramadan dan Lebaran, lanjut dia, seluruh kantor perwakilan BI di wilayah Jawa Tengah, secara serempak akan melakukan kegiatan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat. “Pelayanan penukaran uang kepada masyarakat pada dua minggu pertama Ramadan dibuka pada Selasa dan Kamis, dan pada dua minggu terakhir dibuka Senin sampai Kamis mulai 6 Juli,” ujarnya.
Masyarakat dapat melakukan penukaran seluruh pecahan sesuai dengan kebutuhannya. Pada prinsipnya tidak dilakukan pembatasan jumlah penukaran, namun pada pelaksanaannya perlu diatur agar terdapat pemerataan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Instansi Kantor Pemerintah, BUMN, TNI/Polri juga dapat melakukan penukaran di Bank Indonesia secara kolektif, yaitu dengan cara mengajukan surat permohonan penukaran uang ke Bank Indonesia dan selanjutnya akan dilayani pada Rabu,” jelasnya.
Deputi Kepala BI Wilayah Jateng Marlison Hakim menambahkan, selain dapat melakukan penukaran uang di BI, masyarakat juga dapat melakukan penukaran di tujuh bank yang ada di sekitar kota Semarang, yaitu di BPD Jateng, BNI, Mandiri, BRI, BTN, BC, dan Bank Panin.
“Kami juga akan melayani penukaran melalui layanan kas keliling, di pasar-pasar, dan beberapa kawasan perkantoran dan pusat keramaian,” imbuhnya.
Melalui layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia dan perbankan, masyarakat diimbau agar tidak melakukan penukaran uang melalui calo maupun perantara lain, mengingat terdapat risiko atas kegiatan tersebut, seperti tidak adanya jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar, kemungkinan menerima uang palsu maupun adanya pungutan biaya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia KPw Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan, disediakannya dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan penarikan menjelang Lebaran pada 2015. Di mana pada 2014 realisasi jumlah penarikan uang perbankan mencapai Rp11,7 triliun. Adapun jumlah penukaran masyarakat pada 2014 mencapai Rp395 miliar.
“Kami telah melakukan berbagai persiapan dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai periode Ramadan dan ldul Fitri 1436 H, baik dari segi jumlah maupun pecahan yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan cara mengoptimalkan distribusi dan persediaan uang tunai,” ujarnya, Selasa (16/6/2015).
Dia menjelaskan, khusus untuk KPw BI Provinsi Jateng, realisasi jumlah penarikan uang oleh perbankan mencapai Rp4,2 triliun dan jumlah penukaran masyarakat mencapai Rp123 miliar. “Pecahan uang yang banyak diminati masyarakat diperkirakan masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya seperti Rp5.000, Rp10.000 dan pecahan Rp20.000,” katanya.
Selama Ramadan dan Lebaran, lanjut dia, seluruh kantor perwakilan BI di wilayah Jawa Tengah, secara serempak akan melakukan kegiatan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat. “Pelayanan penukaran uang kepada masyarakat pada dua minggu pertama Ramadan dibuka pada Selasa dan Kamis, dan pada dua minggu terakhir dibuka Senin sampai Kamis mulai 6 Juli,” ujarnya.
Masyarakat dapat melakukan penukaran seluruh pecahan sesuai dengan kebutuhannya. Pada prinsipnya tidak dilakukan pembatasan jumlah penukaran, namun pada pelaksanaannya perlu diatur agar terdapat pemerataan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Instansi Kantor Pemerintah, BUMN, TNI/Polri juga dapat melakukan penukaran di Bank Indonesia secara kolektif, yaitu dengan cara mengajukan surat permohonan penukaran uang ke Bank Indonesia dan selanjutnya akan dilayani pada Rabu,” jelasnya.
Deputi Kepala BI Wilayah Jateng Marlison Hakim menambahkan, selain dapat melakukan penukaran uang di BI, masyarakat juga dapat melakukan penukaran di tujuh bank yang ada di sekitar kota Semarang, yaitu di BPD Jateng, BNI, Mandiri, BRI, BTN, BC, dan Bank Panin.
“Kami juga akan melayani penukaran melalui layanan kas keliling, di pasar-pasar, dan beberapa kawasan perkantoran dan pusat keramaian,” imbuhnya.
Melalui layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia dan perbankan, masyarakat diimbau agar tidak melakukan penukaran uang melalui calo maupun perantara lain, mengingat terdapat risiko atas kegiatan tersebut, seperti tidak adanya jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar, kemungkinan menerima uang palsu maupun adanya pungutan biaya.
(dmd)
Lihat Juga :