Rupiah Berkesempatan Terapresiasi
Rabu, 17 Juni 2015 - 08:44 WIB
Rupiah Berkesempatan Terapresiasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diprediksi memiliki kesempatan untuk terapresiasi.
"Meski cenderung stagnan, namun laju rupiah diharapkan dapat bergerak positif mengingat volatilitas laju USD yang sedang turun," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Kendati demikian, dia mengingatkan untuk tetap mencermati setiap sentimen yang dirilis. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.330-Rp13.340/USD.
Sementara posisi rupiah yberdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.333/USD. Posisi itu stagnan dengan hari kemarin.
Laju rupiah keamrin tidak banyak mengalami perubahan dari sebelumnya. Apalagi laju euro juga tidak banyak berubah setelah masalah Yunani belum menemui kepastian.
Turunnya industrial production dan manufacturing production Amerika Serikat (AS) juga tidak banyak memberikan imbas positif pada USD, sehingga lajunya pun cenderung bergerak sideways. Dengan berkurangnya tingkat volatilitas laju USD tersebut tidak terlalu memberikan imbas negatif pada rupiah.
"Meski cenderung stagnan, namun laju rupiah diharapkan dapat bergerak positif mengingat volatilitas laju USD yang sedang turun," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Kendati demikian, dia mengingatkan untuk tetap mencermati setiap sentimen yang dirilis. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp 13.330-Rp13.340/USD.
Sementara posisi rupiah yberdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.333/USD. Posisi itu stagnan dengan hari kemarin.
Laju rupiah keamrin tidak banyak mengalami perubahan dari sebelumnya. Apalagi laju euro juga tidak banyak berubah setelah masalah Yunani belum menemui kepastian.
Turunnya industrial production dan manufacturing production Amerika Serikat (AS) juga tidak banyak memberikan imbas positif pada USD, sehingga lajunya pun cenderung bergerak sideways. Dengan berkurangnya tingkat volatilitas laju USD tersebut tidak terlalu memberikan imbas negatif pada rupiah.
(rna)