Integrasi ATM BUMN Diharapkan Beroperasi Tahun Ini
Rabu, 17 Juni 2015 - 09:34 WIB
Integrasi ATM BUMN Diharapkan Beroperasi Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menargetkan integrasi ATM BUMN pada September 2015.
Setidaknya, akan ada 50 ATM dari empat bank untuk memulai tahap pertama kerja sama ATM Merah Putih tersebut. Direktur Jaringan dan Layanan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, rencana kerja sama tersebut masih membahas beberapa hal strategis. Seperti, pembahasan konsep branding dan beban operasional yang harus dibayarkan pada operator PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa).
”Harusnya Juni sudah bisa uji coba tapi launching diundur ke September tahun ini. Masih ada beberapa hal mendasar yang harus dibicarakan, seperti biaya operasional dan pembagian fee,” ujar Susi saat dihubungi kemarin. Dia mengatakan, sinergi tersebut diyakininya dapat saling menguntungkan karena tercipta efisiensi dan perluasan jaringan. Perseroan mengincar peningkatan fee based dari bisnis remittance atau pengiriman duit dari luar negeri.
Selama ini layanan remittance masih kurang karena keterbatasan akses ke daerah pelosok. ”Kami punya lima cabang di luar negeri tapi sedikit di daerah. Dengan integrasi ATM, kami juga sampai ke pelosok ini dan dapat fee based dari nasabahnya. Ini masih lebih baik dibandingkan menggunakan jaringan asing,” ujarnya. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini memiliki 15 juta nasabah dengan 10 juta nasabah yang aktif bertransaksi.
BNI pun ingin meningkatkan promosi dengan menggerakkan seluruh pegawai dalam BNI Selling Day. Diharapkan, program ini dapat memperluas jaringan nasabah untuk edukasi nasabah soal tabungan dan echannel yang sudah lengkap. ”Kekuatan pegawai kami gerakkan untuk kembangkan nasabah eksis, khususnya segmen konsumer. Meskipun tahun berat, masih ada ruang tumbuh 15% untuk target funding dari konsumer tahun ini,” ujarnya.
Pemimpin BNI Wilayah Jakarta Kota Soeharta Widjaja mengatakan, setidaknya lebih dari 25.000 pegawai bank BNI dikerahkan dalam kegiatan BNI Selling Day 2015. BNI akan mengerahkan karyawan demi menggenjot penawaran produk e-banking. Penjualan produkproduk BNI ini dilakukan seluruh pegawai secara serentak di seluruh Indonesia.
”Acara dimulai pada tanggal 13 Juni 2015 dengan mengusung seluruh produk Tabungan BNI dan jasa electronic banking (ebanking ) yang dimiliki BNI,” ujar Soeharta beberapa waktu lalu. BNI Selling Day 2015 akan digelar dari bulan Juni 2015 hingga Desember 2015 di Kantor Pusat BNI, kantor wilayah, serta kantor-kantor cabang BNI diseluruhIndonesia. ”Secarabisnis, program ini juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan dana pihak ketiga,” katanya.
Hafid fuad
Setidaknya, akan ada 50 ATM dari empat bank untuk memulai tahap pertama kerja sama ATM Merah Putih tersebut. Direktur Jaringan dan Layanan BNI Adi Sulistyowati mengatakan, rencana kerja sama tersebut masih membahas beberapa hal strategis. Seperti, pembahasan konsep branding dan beban operasional yang harus dibayarkan pada operator PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa).
”Harusnya Juni sudah bisa uji coba tapi launching diundur ke September tahun ini. Masih ada beberapa hal mendasar yang harus dibicarakan, seperti biaya operasional dan pembagian fee,” ujar Susi saat dihubungi kemarin. Dia mengatakan, sinergi tersebut diyakininya dapat saling menguntungkan karena tercipta efisiensi dan perluasan jaringan. Perseroan mengincar peningkatan fee based dari bisnis remittance atau pengiriman duit dari luar negeri.
Selama ini layanan remittance masih kurang karena keterbatasan akses ke daerah pelosok. ”Kami punya lima cabang di luar negeri tapi sedikit di daerah. Dengan integrasi ATM, kami juga sampai ke pelosok ini dan dapat fee based dari nasabahnya. Ini masih lebih baik dibandingkan menggunakan jaringan asing,” ujarnya. Tidak hanya itu, dia juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini memiliki 15 juta nasabah dengan 10 juta nasabah yang aktif bertransaksi.
BNI pun ingin meningkatkan promosi dengan menggerakkan seluruh pegawai dalam BNI Selling Day. Diharapkan, program ini dapat memperluas jaringan nasabah untuk edukasi nasabah soal tabungan dan echannel yang sudah lengkap. ”Kekuatan pegawai kami gerakkan untuk kembangkan nasabah eksis, khususnya segmen konsumer. Meskipun tahun berat, masih ada ruang tumbuh 15% untuk target funding dari konsumer tahun ini,” ujarnya.
Pemimpin BNI Wilayah Jakarta Kota Soeharta Widjaja mengatakan, setidaknya lebih dari 25.000 pegawai bank BNI dikerahkan dalam kegiatan BNI Selling Day 2015. BNI akan mengerahkan karyawan demi menggenjot penawaran produk e-banking. Penjualan produkproduk BNI ini dilakukan seluruh pegawai secara serentak di seluruh Indonesia.
”Acara dimulai pada tanggal 13 Juni 2015 dengan mengusung seluruh produk Tabungan BNI dan jasa electronic banking (ebanking ) yang dimiliki BNI,” ujar Soeharta beberapa waktu lalu. BNI Selling Day 2015 akan digelar dari bulan Juni 2015 hingga Desember 2015 di Kantor Pusat BNI, kantor wilayah, serta kantor-kantor cabang BNI diseluruhIndonesia. ”Secarabisnis, program ini juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan dana pihak ketiga,” katanya.
Hafid fuad
(ars)