BLU CPO Fund Harus Lakukan GCG

Kamis, 18 Juni 2015 - 14:30 WIB
BLU CPO Fund Harus Lakukan...
BLU CPO Fund Harus Lakukan GCG
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai Badan Layanan Umum (BLU) CPO Fund harus melakukan good corporate governance (GCG) dalam pengelolaan dana pungutan untuk keperluan pengembangan bahan bakar nabati (BBN) menggantikan bahan bakar fosil.

Direktur Indef Enny Sri Hartati mengatakan, pengembangan BBN tidak bisa ditumpuk hanya pada APBN. Maka, harus dicari sumber dana lainnya seperti pembentukan CPO Fund tersebut.

Menurutnya, keberadaan BLU akan menjadi penting. "Semangatnya sangat baik untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan beralih kepada penggunaan bahan bakar nabati," kata dia di Jakarta, Kamis (18/6/2015).

Meski demikian, dia mengingatkan pemerintah pentingnya good corporate governance dalam pengelolaan BLU tersebut seperti transparansi berapa besar penggunaan dana untuk pengembangan biodiesel, penampungann pengunaan dana hasil pungutan nantinya seperti apa, karena menjadi titik krusial.

"Harus ada governance dalam pengelolaan dana di BLU tersebut sehingga tidak ada penyimpangan dalam penggunaannya. Mekanisme penggunaan dana dan pengembangan BBN menjadi sangat penting di dalam BLU tersebut. Meski ini tidak mudah," terangnya.

Masih adanya penolakan yang dilakukan pelaku industri hilir kelapa sawit, harus dicarikan solusinya dengan mengajak mereka untuk duduk bersama dan memberikan solusi terhadap keberatan tersebut seperti memberikan pengurangan pungutan atau subsidi kebijakan dalam hal lain.

"Tentu setiap kebijakan yang diambil akan ada pihak yang keberatan meski kemarin semua sudah setuju. Untuk indusitri hilir harus dicarikan solusinya sehingga kebijakan yang bagus ini bisa berjalan. Kebijakan pungutan ini jangan digebyahuyah semua tapi harus ada penyesuaian," tutur Enny.

Dirjen Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi Rida Mulyana mengatakan, ketergantungan energi ke negara lain sangat berbahaya. Sumber energi alternatif yang cukup banyak dimiliki Indonesia antara lain sawit.

"Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan memperhatikan tingkat keekonomian dan meminimalkan penggunaan minyak bumi merupakan prioritas kebijakan pengembangan energi," ujar Rida.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
3 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
4 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
4 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
4 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
5 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
5 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved