Rekomendasi Masa Transisi Blok Mahakam di Tangan Presiden

Jum'at, 19 Juni 2015 - 09:47 WIB
Rekomendasi Masa Transisi...
Rekomendasi Masa Transisi Blok Mahakam di Tangan Presiden
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan, rekomendasi masa transisi pengelolaan Blok Mahakam di Kutai, Kalimantan Timur, telah selesai dan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, bulan lalu Presiden memberikan tenggat waktu empat minggu untuk menyelesaikan masa transisi Blok Mahakam. Adapun, kesepakatannya adalah bahwa Pertamina diberi keleluasaan mengajak kontraktor existing yakni Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation ikut mengelola Blok Mahakam setelah hak mayoritas diberikan.

”Presiden bulan lalu memberi waktu empat minggu menuntaskan rekomendasi. Keputusannya sudah jelas, pemerintah memberikan hak mayoritas kepada Pertamina, kemudian Pertamina melakukan share down kepada existing kontraktor,” kata dia di Jakarta, Rabu (17/6). Sudirman mengatakan bahwa rata-rata saham yang diberikan kepada Pertamina mencapai 99%. Pembagian saham merupakan hak Pertamina dan dilakukan secara business to business (B to B).

”Kami menunggu kebijaksanaan presiden. Pasti beliau mempertimbangkan hal lebih luas tidak hanya aspek komersial, tapi seluruh aspek,” ujarnya. Misalnya, lanjut Sudirman, keberlanjutan kerja sama pengelolaan blok di luar negeri sebagai bagian aspek lain yang harus dipertimbangkan. ”Tidak hanya dengan Total, tapi juga dengan yang lain dalam rangka mencari kesempatan bagi Pertamina untuk akses ke luar negeri,” jelasnya.

Dia mengatakan, keputusan itu akan segera mendapatkan hasil dari Presiden. Namun, pihaknya tidak membeberkan kapan keputusan tersebut akan mengerucut dari Istana. ”Saya kira dalam waktu dekat sudah ada keputusan, jangan mendesak Presiden,” ungkap Sudirman.

Sementara, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan bahwa pemerintah sudah menetapkan pada awal Januari terjadi perpindahan dari kontraktor existing kepada Pertamina sebagai operator pengganti. Saat ini masa transisi telah berjalan dengan sebaik-baiknya sebelum berakhirnya kontrak. Di samping itu Pertamina diizinkan mengajak pihak tertentu atau kontraktor existing dalam mengelolaBlokMahakamagarke depan berjalan mulus sehingga tidak ada penurunan produksi.

Nanang wijayanto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
17 menit yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
31 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
42 menit yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
56 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
1 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
1 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved