Rupiah Dibuka Terkoreksi di Akhir Pekan
Jum'at, 19 Juni 2015 - 10:24 WIB
Rupiah Dibuka Terkoreksi di Akhir Pekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terkoreksi, meski USD melemah terhadap sejumlah mata uang utama.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.327/USD, negatif 19 poin dibanding penutupan Kamis (18/6/2015) di level Rp13.308/USD.
Data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.325/USD. Posisi tersebut melemah 18 poin dibanding penutupan kemarin di Rp13.307/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.322/USD. Posisi ini terdepresiasi 21 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.301/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.324/USD. Posisi itu membaik 17 poin dibanding hari kemarin di level Rp13.341/USD.
USD berada di level terendah satu bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada awal perdagangan hari ini karena mendatarnya data inflasi AS ditambahkan ketidakpastian waktu Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga. Angka inflasi inti AS hanya 0,1% pada Mei, naik tipis dalam lima bulan terakhir.
Dikutip dari Reuters, USD terhadap yen merosot ke 122,475, mundur dari level tertinggi pekan ini dari 124,465. Terakhir berada di 123,080, turun 0,3% sepanjang pekan ini.
Sementara euro menguat sedikit ke 1,1373/USD, setelah naik ke 1,1440 semalam, naik hampir 1% sepanpanjang pekan ini.
Ketahanan euro lebih karena melemahnya USD daripada permintaan, mengingat ketidakpastian keberadaan Yunani di zona Eropa. Sedangkan poundsterling melesat ke level tertinggi tujuh bulan di 1,5930/USD.
Athena dan kreditor telah menemui jalan buntu atas kesepakatan utang dan jika belum terselesaikan maka Yunani akan default lantaran mendekati batas waktu akhir bulan ini.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.327/USD, negatif 19 poin dibanding penutupan Kamis (18/6/2015) di level Rp13.308/USD.
Data Bloomberg, rupiah pada level Rp13.325/USD. Posisi tersebut melemah 18 poin dibanding penutupan kemarin di Rp13.307/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.322/USD. Posisi ini terdepresiasi 21 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.301/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.324/USD. Posisi itu membaik 17 poin dibanding hari kemarin di level Rp13.341/USD.
USD berada di level terendah satu bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada awal perdagangan hari ini karena mendatarnya data inflasi AS ditambahkan ketidakpastian waktu Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga. Angka inflasi inti AS hanya 0,1% pada Mei, naik tipis dalam lima bulan terakhir.
Dikutip dari Reuters, USD terhadap yen merosot ke 122,475, mundur dari level tertinggi pekan ini dari 124,465. Terakhir berada di 123,080, turun 0,3% sepanjang pekan ini.
Sementara euro menguat sedikit ke 1,1373/USD, setelah naik ke 1,1440 semalam, naik hampir 1% sepanpanjang pekan ini.
Ketahanan euro lebih karena melemahnya USD daripada permintaan, mengingat ketidakpastian keberadaan Yunani di zona Eropa. Sedangkan poundsterling melesat ke level tertinggi tujuh bulan di 1,5930/USD.
Athena dan kreditor telah menemui jalan buntu atas kesepakatan utang dan jika belum terselesaikan maka Yunani akan default lantaran mendekati batas waktu akhir bulan ini.
(rna)