Beban Puncak PLN selama Ramadan Bergeser

Jum'at, 19 Juni 2015 - 23:12 WIB
Beban Puncak PLN selama...
Beban Puncak PLN selama Ramadan Bergeser
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah (Jateng)-DI Yogyakarta (DIY) memastikan pasokan listrik selama Ramadan dan Lebaran mencukupi. Beban puncak penggunaan listrik pada Ramadan bergeser dari hari biasa, yakni pada waktu sahur dan tarawih.

Deputi Manager Hukum, Komunikasi, dan Bina Lingkungan Supriyono mengatakan, pada kondisi normal, beban puncak yang terjadi hanya di kisaran 3.700 MW. "Saat ini ketersediaan pasokan listrik kita 5.000 MW, sehingga masih cukup aman,” ujarnya, Jumat (19/6/2015).

Menurutnya, melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan konsumsi listrik saat malam hari tidak terlalu signifikan. Hanya saja, masa beban puncak akan bergeser, terutama di saat Tarawih dan Sahur.

"Melihat pengalaman puasa di tahun-tahun sebelumnya, di hari pertama puasa dan jelang Lebaran, konsumsi listrik malah turun. Adapun untuk beban puncak di hari biasanya terjadi antara jam 17.00-22.00 WIB, dan saat puasa akan bergeser di jam 19.00-03.00 WIB," ungkapnya.

Saat puasa, lanjut Supriyono, biasanya akan banyak pabrik yang tidak beroperasi. Hal ini berbeda dengan beban puncak di kota besar lainnya, seperti di Jakarta justru pada siang hari terjadi beban puncak.

"Di Jateng-DIY kebanyakan pelanggan perumahan, sehingga beban puncaknya justru saat orang sudah mulai di rumah sore sampai malam hari," imbuhnya.

Supriyono menuturkan, untuk beban rata-rata di bawah beban puncak pada kondisi normal 2.500 MW-3.000 MW. Sedangkan, saat ini jumlah pengguna listrik di Jateng-DIY mencapai 9,7 juta pelanggan. Terdiri dari pelanggan perumahan mencapai 97% disusul pelanggan bisnis 1,8%, dan pelanggan industri 0,8%, sisanya sosial.

"Di bulan puasa, PLN tetap menjaga keandalan listriknya. Tapi, kami juga minta kepada masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan listrik, dan juga mewaspadai terjadinya musibah kebakaran. Karena kadang lupa meninggalkan rumah saat Tarawih dan Sahur dengan kompor yang masih menyala," katanya.

Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jateng Ngargono menyatakan, PLN harus mampu menyediakan kebutuhan listrik selama Ramadan. “Pelanggan telah dibebani kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Namun, kenaikan TDL tidak diimbangi sistem pelayanan yang semakin baik,” paparnya.

Dia berharap, PLN tidak hanya gembar-gembor untuk memberikan pelayanan terbaik, namun harus dibuktikan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
8 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
9 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
10 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
10 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
11 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
11 jam yang lalu
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved