Gara-gara Perang Tarif, AS Disebut Jadi Kacau Mirip Negara Berkembang

Sabtu, 12 April 2025 - 09:00 WIB
loading...
Gara-gara Perang Tarif,...
Kebijakan tarif Trump dinilai menimbulkan kekacauan yang membuat Amerika mirip negara berkembang yang tidak stabil. FOTO/Ilustrasi/Dok.
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan AS Lawrence H. Summers memperingatkan bahwa perang tarif yang dipicu Presiden Donald Trump telah mendorong Amerika Serikat ( AS ) menuju krisis keuangan. Dia membandingkan kekacauan pasar baru-baru ini dengan kondisi yang biasanya hanya terlihat di negara-negara berkembang yang tidak stabil.

Berbicara pada hari Rabu (9/10), sebelum Trump mengumumkan jeda 90 hari yang mengejutkan pada putaran kenaikan tarif terbaru, Summers mengatakan situasi yang tidak stabil yang terjadi di pasar Amerika dan global "sepenuhnya disebabkan oleh kebijakan tarif pemerintah AS."

Baca Juga: China Balas Dendam ke AS, Naikkan Tarif Impor Jadi 125%

"Suku bunga jangka panjang meningkat, bahkan saat pasar saham bergerak turun tajam," tulis Summers dalam serangkaian posting di X. "Pola yang sangat tidak biasa ini menunjukkan penolakan umum terhadap aset AS di pasar keuangan global. Kita diperlakukan oleh pasar keuangan global seperti pasar berkembang yang bermasalah," ungkapnya seperti dilansir Russia Today.

Summers, yang memimpin Departemen Keuangan di bawah Presiden Bill Clinton, memperingatkan bahwa kombinasi dari meningkatnya utang pemerintah, defisit yang melebar, dan kecemasan investor asing dapat memicu kemerosotan yang berbahaya. "Hal ini dapat memicu berbagai macam spiral setan, mengingat utang dan defisit pemerintah serta ketergantungan pada pembeli asing," cetusnya.

Keputusan awal Trump minggu lalu untuk mengenakan tarif "dasar" sebesar 10% pada semua impor, dan kemudian menaikkan pungutan pada barang-barang China menjadi 125%, mengirimkan gelombang kejut melalui pasar keuangan AS, menghapus lebih dari USD10 triliun dalam nilai pasar saham. Pada saat yang sama, imbal hasil Treasury sepuluh tahun - yang biasanya dianggap sebagai tempat berlindung yang aman selama gejolak pasar - melonjak hingga hampir 4,5%.

Pengumuman mendadak tentang pembekuan 90 hari pada kenaikan tarif lebih lanjut memicu pemulihan dramatis di Wall Street, meskipun pasar hanya pulih sekitar setengah dari kerugian yang diderita. Bereaksi terhadap pembalikan Trump pada hari Rabu, Summers menggandakan kritiknya, menuduh pemerintah membuat kebijakan yang sembrono dan merusak kredibilitas global Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Rekomendasi
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik, Beckham Putra Tulis Pesan Motivasi
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Berita Terkini
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved