Media Asing Sebut Orang Kaya Indonesia Mulai Pindahkan Kekayaan ke Luar Negeri

Sabtu, 12 April 2025 - 07:48 WIB
loading...
Media Asing Sebut Orang...
Khawatir akan kondisi ekonomi, orang-orang kaya Indonesia disinyalir mulai memindahkan kekayaan mereka ke luar negeri. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Orang-orang kaya Indonesia disinyalir memindahkan ratusan juta dolar ke luar negeri di tengah meningkatnya kekhawatiran atas disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi negara. Emas, real estat dan mata uang kripto — khususnya stablecoin USDT milik Tether Holdings SA, yang dirancang untuk mempertahankan patokan 1:1 terhadap dolar AS, disebut-sebut menjadi pilihan para orang kaya tersebut untuk menghindari pengawasan dalam memindahkan sejumlah besar uang.

Hal itu dilansir Bloomberg News yang berbicara kepada lebih dari selusin manajer kekayaan, bankir swasta, penasihat, dan individu dengan kekayaan bersih tinggi untuk laporan ini, yang semuanya meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas informasi tersebut.

Seorang bankir swasta mengatakan bahwa beberapa klien Indonesia dengan kekayaan bersih antara USD100 juta dan USD400 juta atau sekira Rp1,68 triliun hingga Rp6,7 triliun (kurs Rp16.800 per USD), telah mengonversi hingga 10% aset mereka menjadi kripto. Menurut orang tersebut, pergeseran itu dimulai pada bulan Oktober tetapi dipercepat secara substansial setelah rupiah jatuh pada bulan Maret.

Baca Juga: Musk Paling Boncos dari 10 Orang Terkaya Dunia, Tahun Ini Rugi Rp2.025 Triliun

Arus keluar dari ekonomi terbesar di Asia Tenggara mungkin telah berkontribusi terhadap penurunan tajam mata uang Indonesia. Rupiah pada hari Rabu (9/4) jatuh ke level terendah dalam sejarah terhadap dolar sebelum sedikit pulih pada hari Kamis (10/4) karena investor memperhitungkan dampak dari meningkatnya ketegangan perdagangan dari tarif yang tidak menentu dari Presiden AS Donald Trump. Mata uang dan pasar saham negara itu juga menderita karena kekhawatiran bahwa belanja kebijakan pemerintah dapat menggerogoti disiplin fiskal negara yang dibangun di bawah pemerintahan sebelumnya.

"Saya telah meningkatkan pembelian USDT saya dalam beberapa bulan terakhir," kata Chan, seorang mantan eksekutif puncak berusia 40-an di salah satu konglomerat besar Indonesia, yang meminta untuk tidak menggunakan nama lengkapnya. "Hal ini memungkinkan saya untuk menjaga nilai aset saya dan mengirimkannya ke luar negeri jika diperlukan tanpa harus membawanya secara fisik melintasi perbatasan. Prospek ekonomi Indonesia dan risiko terhadap stabilitas politik negara benar-benar membuat saya khawatir."

Kekhawatiran utama dan alasan di balik volatilitas saham dan mata uang adalah kebijakan pemerintah, yang memperluas belanja negara, dan membawa perusahaan-perusahaan yang didukung negara lebih langsung ke dalam orbitnya. Jika ekspansi mendekati tujuan pemerintah, itu akan membutuhkan belanja pemerintah yang besar. Investor khawatir hal ini dapat menyebabkan defisit fiskal yang lebih besar, peningkatan utang dan kenaikan pajak, belum lagi tekanan inflasi yang lebih luas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tabungan Orang Kaya...
Tabungan Orang Kaya Kuasai 57,69% Dana di Bank, Kelas Bawah dan Menengah Seret
Stabilitas Sistem Keuangan...
Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Akhir 2025, KSSK Proyeksi Ekonomi 2026 Tumbuh 5,4%
Disinformasi Ekonomi...
Disinformasi Ekonomi 2026 Diprediksi Makin Terstruktur dan Instrumental
Purbaya Bongkar Orang...
Purbaya Bongkar Orang Super Kaya RI Masih Dapat Subsidi
Mengukur Urgensi Ide...
Mengukur Urgensi Ide Lama Redenominasi Rupiah, Ekonom: Sudah Saatnya, Indonesia Siap
Ekonomi Lesu tapi Jumlah...
Ekonomi Lesu tapi Jumlah Crazy Rich RI Tumbuh Pesat, Ini Buktinya
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
Rekomendasi
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Infografis
Media Asing Sebut IKN...
Media Asing Sebut IKN Merupakan Sarang Penyakit Malaria
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved