IMF Sepakati Kucurkan Pinjaman Baru untuk Siprus

Minggu, 21 Juni 2015 - 10:08 WIB
IMF Sepakati Kucurkan...
IMF Sepakati Kucurkan Pinjaman Baru untuk Siprus
A A A
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) dan Yunani mengalami kebuntuan dalam perundingan bantuan keuangan. Meski demikian, IMF menyetujui pinjaman baru untuk Siprus pada akhir pekan ini.

Siprus menjadi satu-satunya negara di luar zona euro yang menerima dukungan bailout (dana talangan). Seperti dengan Yunani, negosiasi antara Siprus dan troika yang terdiri atas IMF, Komisi Eropa, dan Bank Sentral Eropa (ECB) membahas reformasi ekonomi yang harus dilakukan sebagai imbalan dana pinjaman.

Setelah beberapa bulan mengalami sedikit kemajuan, troika pada Mei menyatakan, review menunjukkan Siprus membuat kemajuan dalam reformasi dan menyambut penerapan langkah kontroversial di dalam negeri. Dewan eksekutif IMF menyelesaikan review kelima, keenam, dan ketujuh program Siprus dan menyetujui kucuran dana bailout sebesar 278,4 juta euro.

Dengan demikian, total bailout sebesar satu miliar euro, sejak program bailout dimulai tiga tahun lalu pada 2013 sebesar 742,4 juta euro. ”Hasil ekonomi dan fiskal lebih baik dibandingkan perkiraan, dengan pertumbuhan positif pada kuartal I/2015 dan keuangan publik melebihi target. Likuiditas dan kemampuan pelunasan utang dalam sistem perbankan telah meningkat, menghapus berbagai penghalang pembayaran eksternal,” kata David Lipton, deputi managing director pertama IMF, dikutip kantor berita AFP .

”Ke depan, penting mempertahankan momentum reformasi dan program kepemilikan yang kuat.” Siprus meminta bantuan internasional untuk mencegah keruntuhan perbankan. Uni Eropa (UE) dan IMF telah menawarkan 10 miliar euro bantuan keuangan pada Maret 2016 dalam bailout terkoordinasi. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan total bailout troika sebesar 240 miliar euro bagi Yunani.

Pada kuartal I/2015, ekonomi Siprus tumbuh untuk pertama kali dalam hampir empat tahun, dengan data resmi menunjukkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 1,6%. Sementara, Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan, harus ada kesepakatan antara Yunani dan para kreditor menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) UE darurat pada pekan depan. Dia pun menyatakan, KTT tidak akan mampu membuat keputusan apa pun.

Yunani memiliki waktu kurang dari dua pekan untuk membuat kesepakatan atau mengalami kegagalan membayar pinjaman ke IMF sebesar 1,6 miliar euro. Ada kekhawatiran terhadap kesehatan perbankan Yunani, karena ada laporan lebih dari 4 miliar euro telah ditarik para nasabah pekan ini. Akhir pekan ini, ECB menyetujui bantuan darurat untuk perbankan. Jumlah dana tambahan itu tidak diumumkan secara resmi.

Syarifudin
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
34 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
53 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved