Permintaan Meningkat, Harga Minyak Memanas

Rabu, 24 Juni 2015 - 10:29 WIB
Permintaan Meningkat,...
Permintaan Meningkat, Harga Minyak Memanas
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia memanas di perdagangan Asia pada Rabu di tengah ekspektasi meningkatnya permintaan minyak karena keraguan tercapainya kesepakatan pada pekan depan atas program nuklir Iran mendorong kekhawatiran kelebihan pasokan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus telah naik 10 sen menjadi USD64,55/barel pada pukul 02.15 GMT atau 09.15 WIB, setelah naik USD1.11 atau 1,8% pada sesi sebelumnya.

Minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus naik 12 sen menjadi USD61,13/barel, setelah naik 63 sen sehari sebelumnya.

"Persediaan minyak mentah AS telah berada di level tertinggi dalam sejarah, tapi masalahnya adalah persediaan minyak mentah mungkin telah mencapai puncaknya setelah permintaan minyak naik pada Juni," kata Manajer Risiko di Tokyo Mitsubishi Corporation Tony Nunan seperti dilansir sari Reuters, Rabu (24/6/2015).

Menurut dia, harga minyak mentah senilai USD60/barel adalah normal untuk beberapa bulan ke depan.

Analis Mitsubishi memperkirakan, permintaan minyak Amerika Serikat (AS) tumbuh 1,4 juta-1,8 juta barel per hari (bph) pada bulan Juni dari bulan yang sama tahun lalu.

American Petroleum Institute (API) memperkirakan bahwa stok minyak mentah komersial turun 3,2 juta barel pekan lalu, lebih banyak dari ekspektasi analis sebanyak 1,5 juta-2,1 juta barel. Sementara Administrasi Informasi Energi EIA) akan merilis data persediaan minyak secara resmi pada Rabu waktu setempat.

Nunan mengatakan, ada hambatan terkait kesepakatan antara Iran dan enam kekuatan dunia mengenai program nuklir Teheran untuk mengakhiri sanksi dan memungkinkan Iran meningkatkan produksi minyak.

Sementara pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah mengesampingkan pembekuan program nuklirnya yang sensitif untuk waktu yang lama setelah Prancis dan lima kekuatan dunia lain ingin Iran menghentikan program nuklirnya selama 10 tahun sebagai bagian dari kesepakatan untuk mencabut sanksi.

Adapun kenaikan harga minyak tertutupi menguatnya USD ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan terhadap sejumlah mata uang utama pada Rabu pagi menyusul data AS yang cukup kuat pada Selasa.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
7 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
48 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
56 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved