Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis

Jum'at, 05 Juni 2026 - 08:00 WIB
loading...
Barat Remehkan Blokade...
Negara-negara Barat dianggap meremehkan tingkat keparahan krisis pasokan minyak global. FOTO/Market Realist
A A A
LONDON - Perusahaan perdagangan minyak independen terbesar di dunia, Vitol, memperingatkan pemerintah negara-negara Barat bahwa mereka secara berbahaya telah meremehkan tingkat keparahan krisis pasokan minyak global. Penurunan harga minyak dari puncak tertingginya saat ini dinilai tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan, mengingat blokade di Selat Hormuz masih terus berlangsung dan mengancam stabilitas energi global.

"Di Eropa dan saya pikir di AS, semua orang tampak seperti tertidur di belakang kemudi dan terus menjalani hidup seperti biasa," kata Anggota Dewan sekaligus Eksekutif Top Vitol untuk Timur Tengah, Tom Baker, dalam Konferensi Minyak & Gas Timur Tengah S&P Global di London dikutip dari World Oil, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Marah, Iran Stop Negosiasi dengan AS dan Ancam Blokir Total Selat Hormuz

Baker menilai, penurunan harga minyak mentah yang terjadi belakangan ini murni mencerminkan berkurangnya permintaan (demand destruction), bukan karena masalah pasokan fisik yang telah terselesaikan. Berdasarkan data internal Vitol, saat ini terjadi pengurangan permintaan global sekitar 4 juta barel per hari karena sejumlah negara memilih menunda pembelian dengan harapan adanya penyelesaian diplomatik.

Krisis energi ini dipicu oleh ketegangan geopolitik menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Dampaknya, arus perdagangan minyak global yang melewati titik penyempitan (chokepoint) strategis di Selat Hormuz praktis terhenti hingga 20 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved