DPR Sepakat Volume Elpiji 3 Kg 6,65 Juta Ton
Rabu, 24 Juni 2015 - 13:09 WIB
DPR Sepakat Volume Elpiji 3 Kg 6,65 Juta Ton
A
A
A
JAKARTA - Komisi VII DPR menyepakati volume elpiji 3 kg tahun depan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 pada kisaran 6,5 juta ton hingga 6,65 juta ton.
Pimpinan Rapat Tamsil Linrung menuturkan, selain menyepakati besaran volume subsidi elpiji 3 kg, parlemen juga menyepakati volume subsidi minyak tanah sekitar 0,7 juta kl, dan subsidi minyak solar 16 juta kl hingga 18 juta kl.
"Kesepakatan Komisi VII DPR dan pemerintah, volume minyak tanah 0,7 juta kl, volume minyak solar 16-18 juta kl, dan volume elpiji 3 kg sekitar 6,5-6,65 juta ton," katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/6/2015).
Kesepakatan ini dari usulan pemerintah yang sebesar 0,7 juta kl untuk minyak tanah, 16,82 juta hingga 17,22 juta kl untuk solar, dan volume elpiji 3 kg sebesar 6,602 juta ton.
Besaran tersebut juga disepakati dengan mempertimbangkan beberapa usulan seluruh fraksi. Tercatat 10 fraksi memberikan usulan volume tersebut dengan rincian sebagai berikut:
1. PDIP: Minyak tanah 0,7 juta kl, minyak solar 18 juta Kl, elpiji 3 kg 6,65 juta ton
2. Partai Golkar: Minyak tanah 0,7 juta kl, minyak solar 16-17 juta kl, elpiji 3 kg 6,4 juta ton.
3. Partai Gerindra: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,82-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
4. Partai Demokrat: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 15-17 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
5. PAN: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 15-17 juta kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
6. PKB: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,82-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
7. PKS: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,82-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
8. PPP: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 15-17 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
9. Partai Nasdem: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 17,05-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,65 juta ton.
10. Partai Hanura: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,5-17 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
Pimpinan Rapat Tamsil Linrung menuturkan, selain menyepakati besaran volume subsidi elpiji 3 kg, parlemen juga menyepakati volume subsidi minyak tanah sekitar 0,7 juta kl, dan subsidi minyak solar 16 juta kl hingga 18 juta kl.
"Kesepakatan Komisi VII DPR dan pemerintah, volume minyak tanah 0,7 juta kl, volume minyak solar 16-18 juta kl, dan volume elpiji 3 kg sekitar 6,5-6,65 juta ton," katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/6/2015).
Kesepakatan ini dari usulan pemerintah yang sebesar 0,7 juta kl untuk minyak tanah, 16,82 juta hingga 17,22 juta kl untuk solar, dan volume elpiji 3 kg sebesar 6,602 juta ton.
Besaran tersebut juga disepakati dengan mempertimbangkan beberapa usulan seluruh fraksi. Tercatat 10 fraksi memberikan usulan volume tersebut dengan rincian sebagai berikut:
1. PDIP: Minyak tanah 0,7 juta kl, minyak solar 18 juta Kl, elpiji 3 kg 6,65 juta ton
2. Partai Golkar: Minyak tanah 0,7 juta kl, minyak solar 16-17 juta kl, elpiji 3 kg 6,4 juta ton.
3. Partai Gerindra: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,82-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
4. Partai Demokrat: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 15-17 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
5. PAN: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 15-17 juta kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
6. PKB: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,82-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
7. PKS: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,82-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
8. PPP: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 15-17 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
9. Partai Nasdem: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 17,05-17,22 juta Kl, elpiji 3 kg 6,65 juta ton.
10. Partai Hanura: Minyak tanah 0,7 juta Kl, minyak solar 16,5-17 juta Kl, elpiji 3 kg 6,602 juta ton.
(izz)
Lihat Juga :