Lho! Sofyan Anggap Tarif Listrik 450 VA Terlalu Murah
Jum'at, 26 Juni 2015 - 18:32 WIB
Lho! Sofyan Anggap Tarif Listrik 450 VA Terlalu Murah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil menganggap saat ini tarif listrik rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA) terlalu murah, lantaran selama ini subsidi ditujukan langsung ke listrik.
Dia mengungkapkan, akibat tarif listrik yang terlalu murah tersebut, masyarakat jadi tidak terbiasa berhemat dan melakukan efisiensi. "Selama ini yang disubsidi listriknya, sehingga listrik yang 450 VA itu membayar sangat murah," katanya di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (26/6/2015).
Sebab itu, sambung Sofyan, pemerintah saat ini tengah menggodok mekanisme baru penyaluran subsidi listrik dengan disalurkan langsung ke rekening si pengguna.
"Nanti yang akan kita lakukan rumah yang punya rekening 450 VA akan dikompensasi, misalnya berapa kita bayar di situ. Jadi subsidi langsung kepada rekening," imbuhnya.
Misalnya, lanjut Sofyan, subsidi yang diberikan pemerintah sekitar Rp30 ribu per pengguna. Jika pemakaian listrik pengguna sekitar Rp40 ribu, maka pemerintah akan menyubsidi sekitar Rp30 ribu sementara sisanya dibebankan kepada pengguna.
"Ya kita berikan saja uangnya kepada yang punya rekening itu di listrik dia. Dengan begitu akan ada upaya penghematan listrik, karena terlalu murah tidak ada upaya konservasi. Orang menghidupkan listrik siang hari sekalian," terang dia.
Dia mengungkapkan, akibat tarif listrik yang terlalu murah tersebut, masyarakat jadi tidak terbiasa berhemat dan melakukan efisiensi. "Selama ini yang disubsidi listriknya, sehingga listrik yang 450 VA itu membayar sangat murah," katanya di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (26/6/2015).
Sebab itu, sambung Sofyan, pemerintah saat ini tengah menggodok mekanisme baru penyaluran subsidi listrik dengan disalurkan langsung ke rekening si pengguna.
"Nanti yang akan kita lakukan rumah yang punya rekening 450 VA akan dikompensasi, misalnya berapa kita bayar di situ. Jadi subsidi langsung kepada rekening," imbuhnya.
Misalnya, lanjut Sofyan, subsidi yang diberikan pemerintah sekitar Rp30 ribu per pengguna. Jika pemakaian listrik pengguna sekitar Rp40 ribu, maka pemerintah akan menyubsidi sekitar Rp30 ribu sementara sisanya dibebankan kepada pengguna.
"Ya kita berikan saja uangnya kepada yang punya rekening itu di listrik dia. Dengan begitu akan ada upaya penghematan listrik, karena terlalu murah tidak ada upaya konservasi. Orang menghidupkan listrik siang hari sekalian," terang dia.
(izz)
Lihat Juga :