IDB Tawarkan Pinjaman USD5 M

Sabtu, 27 Juni 2015 - 09:46 WIB
IDB Tawarkan Pinjaman...
IDB Tawarkan Pinjaman USD5 M
A A A
JAKARTA - Islamic Development Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islam menawarkan pinjaman lunak sebesar USD5 miliar (sekitar Rp66,5 triliun) kepada Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Pinjaman ini disediakan tidak hanya untuk sektor pemerintah, tetapi juga sektor swasta. Ketua Delegasi IDB Mohammad Jamal Al-Saati mengatakan, pinjaman ini disediakan dalam rangka program Member Country Partnership Strategy (MCPS) untuk Indonesia. Program ini merupakan hasil dari penyelarasan lingkup rencana dan strategi IDB dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

”Ini strategi kerja sama yang kedua setelah berakhirnya strategi kerja sama jangka menengah sebelumnya, MCPS 2011-2014,” kata dia di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, kemarin.

Mohammad menjelaskan, biaya jasa (service fee ) pengganti bunga pinjaman ini adalah maksimal 1,5% untuk kas pribadi IDB (original capital resource ) dan maksimal2% untuk dana negara negara anggota IDB (solidarity fund for development ). Adapun masa tenor pinjaman tersebut adalah 20 tahun dengan lima tahun bebas cicilan.

”Dan(cicilan) baru dikenakan pada saat proyek sudah berjalan,” ujar dia. Dia menambahkan, pinjaman akan difokuskan pada beberapa sektor prioritas yaitu sektor industri keuangan syariah, sektor pengentasan kemiskinan melalui dana zakat dan wakaf, sektor pengembangan ekspor dan investasi, sektor pendidikan tinggi, dan sektor infrastruktur dan energi, termasuk skema kerja sama pemerintah dan swasta (KPS).

Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas Dewo Broto Joko Putranto mengatakan, tawaran pinjaman indikatif ini bersifat fleksibel. Artinya, pemerintah akan menggunakannya sesuai kebutuhan. ”Jadi tidak harus dipakai semua,” ucap Dewo. Terkait infrastruktur, dia mengatakan, pemerintah belum menyepakati proyek-proyek apa saja yang akan menggunakan pinjaman IDB.

Hingga saat ini pemerintah dan IDB sedang dalam tahap menyusun MCPS sebelum sidang tahunan IDB ke-41 yang akan digelar di Indonesia tahun depan. ”Setelah itu baru kita mendiskusikan proyek-proyeknya. Mudah-mudahan tahun ini bisa disepakati,” imbuhnya.

Rahmat fiansyah
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
8 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
33 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
38 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
1 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
2 jam yang lalu
Infografis
Rusia Aktifkan Kembali...
Rusia Aktifkan Kembali Pesawat Pengintai M-55 Geophysica
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved