DPR: Pemerintah Tindak Pengusaha Transaksi Nonrupiah

Sabtu, 27 Juni 2015 - 16:24 WIB
DPR: Pemerintah Tindak...
DPR: Pemerintah Tindak Pengusaha Transaksi Nonrupiah
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Mohammad mendukung upaya pemerintah menggunakan mata uang rupiah dalam transaksi bisnis di Indonesia dan meminta menindak tegas bagi yang melanggarnya.

Saat ini, Bank Indonesia mengaku tengah mengkaji ulang kebijakan tersebut untuk mendukung penguatan rupiah.

Fadel mengatakan, pemerintah harus tegas dengan para pengusaha yang masih mengunakan dolar Amerika Serikat (USD) untuk transaksi di dalam negeri. Pasalnya, jika dibiarkan akan berimbas pada melemahnya rupiah terhadap USD.

"Itu pemerintah sudah benar menegur para pengusaha yang bertransasksi dengan menggunakan USD. Maka kemudian BI membuat aturan dari sana bahwa harus bertransaksi dengan menggunakan rupiah dan kita mendukung ide itu," ujar Fadel ketika dihubungi Sindonews di Jakarta, Sabtu (27/6/2015)

Sementara itu, anggota komisi XI Misbakhun mengatakan bahwa kebijakan penggunaan rupiah di dalam negeri sudah menjadi keharusan sejak lama. Namun memang masih ada pengusaha yang mangkir menggunakan USD meskipun bisnisnya di Indonesia.

"Kalau masih ada pengusaha yang mangkir masih menggunakan USD, ya lebih baik ditindaklanjuti ke pihak yang berwajib saja karena itu menyalahi UU Mata Uang. UU itu mewajibkan pakai rupiah dalam menjalankan bisnis di Indonesia, mereka tidak bisa protes," tandasnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kemarin menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteru tentang penggunaan mata uang. JK mengatakan, akan membahas aturan terkait penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi di dalam negeri.

Menurutnya, pengaturan penggunaan mata uang rupiah penting dilakukan untuk mengurangi penggunaan mata uang asing. Kebijakan ini pun sudah lama telah dikaji oleh pemerintah.

(Baca: Peraturan BI Soal Penggunaan Rupiah Dikaji Ulang)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
2 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
3 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved