Harga Daging Diharapkan di Bawah Rp100.000/Kg
Rabu, 01 Juli 2015 - 11:27 WIB
Harga Daging Diharapkan di Bawah Rp100.000/Kg
A
A
A
JAKARTA - Operasi pasar dan pasar murah selama bulan Ramadan dan jelang lebaran diharapkan bisa ikut menekan harga daging sapi hingga di bawah Rp100.000 per kg.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina mengataka,n, harga daging sapi lokal di daerah yang dekat sentra daging sapi diharapkan mendekati harga ideal yaitu Rp88.000- 89.000 per kg. Sementara, daging sapidari feedloter (rumah penggemukan sapi) berkisar Rp97.000 per kg. ”Itu sudah pas,” ujarnya di sela-sela peluncuran pasar murah Grup Artha Graha di Jakarta, Senin (29/6).
Menurut Srie, sementara ini ketersediaan daging dari sumber sapi lokal sebetulnya mencukupi, tinggal mendorong peternak sapi atau feedloter untuk segera melepas sapinya. ”Ini yang kita sedang kawal. Harapannya, di daerah sentra itu harga daging di kisaran Rp89.000- 90.000 per kg, atau paling tinggi Rp96.000 per kg. Contohnya di Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Kalau di Nusa Tenggara Timur, walaupun sentra, harganya agak tinggi karena barangnya banyak dipasok ke tempat lain,” sebutnya.
Srie menambahkan, salah satu pemicu disparitas harga daging adalah pengangkutan antardaerah umumnya berupa sapi hidup, bukannya dalam bentuk daging sapi. ”Contohnya, dari Lampung dibawa ke Palembang itu kan lumayan jauh dan mahal,” ungkapnya.
Srie juga mengklaim harga daging di pasar di DKI Jakarta sudah turun, dari Rp104.000 per kg menjadi di kisaran Rp100.000 per kg dan diharapkan bisa ditekan lebih rendah lagi. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, disparitas atau perbedaan harga daging dikarenakan rantai pasok yang panjang.
Hal ini juga terkait dengan aspek lainnya seperti infrastruktur dan fasilitas logistik. ”Maka itu yang harus kita atur adalah sentra produksi yang harus kita kembangkan supaya bisa memotong rantai pasok tersebutdanbisaefisien,” tandasnya.
Sementara, bersamaan dengan digelarnya pasar murah sembako di 2.000 titik di Indonesia, Grup Artha Graha juga melakukan penjualan daging sapi beku seharga Rp70.000 perkg atau lebih murah dibanding harga daging sapi yang dijual Perum Bulog sehargaRp88.000perkg.
Inda Susanti
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina mengataka,n, harga daging sapi lokal di daerah yang dekat sentra daging sapi diharapkan mendekati harga ideal yaitu Rp88.000- 89.000 per kg. Sementara, daging sapidari feedloter (rumah penggemukan sapi) berkisar Rp97.000 per kg. ”Itu sudah pas,” ujarnya di sela-sela peluncuran pasar murah Grup Artha Graha di Jakarta, Senin (29/6).
Menurut Srie, sementara ini ketersediaan daging dari sumber sapi lokal sebetulnya mencukupi, tinggal mendorong peternak sapi atau feedloter untuk segera melepas sapinya. ”Ini yang kita sedang kawal. Harapannya, di daerah sentra itu harga daging di kisaran Rp89.000- 90.000 per kg, atau paling tinggi Rp96.000 per kg. Contohnya di Surabaya dan Nusa Tenggara Barat. Kalau di Nusa Tenggara Timur, walaupun sentra, harganya agak tinggi karena barangnya banyak dipasok ke tempat lain,” sebutnya.
Srie menambahkan, salah satu pemicu disparitas harga daging adalah pengangkutan antardaerah umumnya berupa sapi hidup, bukannya dalam bentuk daging sapi. ”Contohnya, dari Lampung dibawa ke Palembang itu kan lumayan jauh dan mahal,” ungkapnya.
Srie juga mengklaim harga daging di pasar di DKI Jakarta sudah turun, dari Rp104.000 per kg menjadi di kisaran Rp100.000 per kg dan diharapkan bisa ditekan lebih rendah lagi. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, disparitas atau perbedaan harga daging dikarenakan rantai pasok yang panjang.
Hal ini juga terkait dengan aspek lainnya seperti infrastruktur dan fasilitas logistik. ”Maka itu yang harus kita atur adalah sentra produksi yang harus kita kembangkan supaya bisa memotong rantai pasok tersebutdanbisaefisien,” tandasnya.
Sementara, bersamaan dengan digelarnya pasar murah sembako di 2.000 titik di Indonesia, Grup Artha Graha juga melakukan penjualan daging sapi beku seharga Rp70.000 perkg atau lebih murah dibanding harga daging sapi yang dijual Perum Bulog sehargaRp88.000perkg.
Inda Susanti
(ftr)