Pemerintah Genjot Infrastruktur Gas

Rabu, 01 Juli 2015 - 11:28 WIB
Pemerintah Genjot Infrastruktur...
Pemerintah Genjot Infrastruktur Gas
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan beberapa proyek infrastruktur gas tuntas 2019. Proyek tersebut di antaranya pipa gas Sumatera-Jawa dan jaringan gas (jargas) yang akan dikembangkan di 25 kota di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, demi mewujudkan rencana tersebut pihaknya bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Bahkan, kesepakatan untuk planning jangka panjang sudah terjalin, tinggal melaksanakan tahapan- tahapan yang diperlukan agar infrastruktur gas dapat selesai tepat waktu.

”Planning jangka panjang sudah terjadi kesepakatan tinggal tahapan-tahapan memerlukan diskusi lebih lanjut. Lima tahun ke depan pada 2019 jaringan pipa gas Jawa- Sumatera harus tersambung,” tutur Sudirman seusai bertemu Kepala Bappenas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Tidak hanya itu, Sudirman juga optimistis program pengembangan gas di 25 kota gas (city gas ) dapat berjalan sesuai rencana. Kementerian ESDM akan menjadikan Surabaya dan Prabumulih sebagai percontohan atau pilot project pengembangan city gas . Namun, pihaknya tidak membeberkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan city gas .

Pihaknya hanya menegaskan akan menjalankan pembangunan energi sesuai perintah Presiden dalam Nawacita-nya. ”Seperti yang telah saya utarakan berulang kali bahwa terdapat dua item yang harus didorong, energi terbarukan dan infrastruktur energi, sesuai Nawacita. Tadi, dijelaskan rencanarencananya untuk alokasi bujet, tinggal menyesuaikan,” jelasnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menuturkan bahwa pihaknya mendukung penuh pengembangan infrastruktur di sektor energi. Andrinof juga optimistis infrastruktur energi dapat berjalan tepat waktu dan sesuai rencana. Bappenas juga telah berkomitmen untuk membantu kesuksesan program tersebut dengan membantu Kementerian ESDM mengurai sumbatan- sumbatan pelaksanaan proyek.

”Kita tahu energi adalah sektor prioritas karena langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Maka itu posisinya adalah mendesak, harus segera dituntaskan secara bersama-sama agar berjalan efektif,” tutupnya.

Nanang wijayanto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
1 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
2 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
2 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
2 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
3 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved