Pertumbuhan Ekonomi Direvisi, Ini Penjelasan Menkeu
Jum'at, 03 Juli 2015 - 04:36 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Direvisi, Ini Penjelasan Menkeu
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi (PE) hingga akhir 2015 menjadi 5,2% setelah sebelumnya diperkirakan pada angka 5,4%. Langkah ini diambil karena melihat berbagai kondisi terakhir yang terjadi di tanah air.
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, banyak kondisi negara yang mengakibatkan pemerintah harus merevisi angka pertumbuhan ekonomi.
"Itu berdasarkan kondisi terakhir. IMF setiap triwulan juga merevisi PE dunia dan negara di Dunia. Wajar kalau kami merevisi. Dan kami memang mencari paling realistis untuk bisa dicapai," kata dia di Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Angka pertumbuhan ekonomi 5,2%, kata dia, berdasarkan kisaran belanja modal paling tinggi mencapai 87%-90%. Karena belanja pemerintah yang paling tinggi dan mendorong PE adalah belanja modal.
"Untuk sektor di inevstasi diperkirakan masih ok. Tapi kalau lihat lajunya di dunia global saat ini memang, agak sulit jalannya," jelasnya.
Sementara dalam perdagangan, masih tidak bisa berharap banyak, bahkan Menkeu mengatakan tidak ada harapan sama sekali terutama di sektor perdagangan ekspor.
"Ekspor kita hopeless. Harga komoditas tidak akan naik kalau harga minyak tidak seperti sekarang. Itu saja," pungkas dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, banyak kondisi negara yang mengakibatkan pemerintah harus merevisi angka pertumbuhan ekonomi.
"Itu berdasarkan kondisi terakhir. IMF setiap triwulan juga merevisi PE dunia dan negara di Dunia. Wajar kalau kami merevisi. Dan kami memang mencari paling realistis untuk bisa dicapai," kata dia di Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Angka pertumbuhan ekonomi 5,2%, kata dia, berdasarkan kisaran belanja modal paling tinggi mencapai 87%-90%. Karena belanja pemerintah yang paling tinggi dan mendorong PE adalah belanja modal.
"Untuk sektor di inevstasi diperkirakan masih ok. Tapi kalau lihat lajunya di dunia global saat ini memang, agak sulit jalannya," jelasnya.
Sementara dalam perdagangan, masih tidak bisa berharap banyak, bahkan Menkeu mengatakan tidak ada harapan sama sekali terutama di sektor perdagangan ekspor.
"Ekspor kita hopeless. Harga komoditas tidak akan naik kalau harga minyak tidak seperti sekarang. Itu saja," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :