Omzet UMKM Turun 30%

Rabu, 08 Juli 2015 - 10:06 WIB
Omzet UMKM Turun 30%
Omzet UMKM Turun 30%
A A A
JAKARTA - Penyaluran pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hingga semester I/2015 mencapai Rp1,27 triliun atau masih di bawah target Rp1,3 triliun.

”Omzet UMKM turun 30% dalam lima bulan terakhir, hal tersebut menyebabkan pinjaman ke PNM turun 10-20%,” kata Direktur Utama PNM Parman Nataatmadja di Jakarta, kemarin. Menurut dia, perlambatan pertumbuhan ekonomi menyebabkan merosotnya pendapatan pada sektor usaha kecil dan menengah.

Hal tersebut juga turut berdampak pada penurunan permintaan pinjaman kepada lembaga keuangan, di antaranya PNM. Menurut Parman, hingga akhir tahun ini perseroan membidik penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp3 triliun. ”Nonperforming loan (NPL) hingga akhir Juni mencapai 3,8%, sedangkan hingga Desember 2014 sebesar 2,8%.

Ada peningkatan NPL sebesar 1% dalam enam bulan ini,” paparnya. Capaian secara outstanding dalam enam bulan ini juga belum berhasil meraih target. Outstanding pembiayaan PNM mencapai Rp3,8 triliun dari target Rp3,9 triliun pada semester I/2015. Sementara hingga penghujung 2015, total outstanding yang dibidik sebesar Rp4,1 triliun.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perseroan sebagai lembaga pembiayaan pelat merah khusus sektor UMKM akan terus menekankan peningkatan kompetensi nasabah. Dia juga optimistis kondisi ekonomi pada semester II/ 2015 akan lebih baik, karena didukung dengan pencairan anggaran infrastruktur oleh pemerintah. ”Kita harus mengetahui kapasitas dari industri itu sendiri.

Jadi, kompetensi harus ditingkatkan. Selain dibutuhkan pembiayaan, juga perlu pelatihan untuk kompetensi,” jelasnya. Guna mendukung penyaluran pembiayaan, pada semester kedua tahun ini perseroan berencana menerbitkan obligasi tahap II sebesar Rp500 miliar. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang secara keseluruhan mencapai Rp2 triliun.

Sementara, Corporate Secretary PNM Gung Panggodo Supriyanto mengatakan dari total sumber pendanaan perseroan, komposisi surat utang mencapai 60%, sedangkan 40% sisanya berasal dari bank. PNM juga akan memperoleh penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp1 triliun pada paruh kedua tahun ini.

”Kami akan memacu pembiayaan, serta memperluas jaringan mikro melalui ULaMM. PNM menargetkan tambahan 1.200 unit ULaMM dari 691 yang ada. Kami harapkan sebelum akhir tahun ini selesai,” ujar dia.

Heru febrianto
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
3 menit yang lalu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
25 menit yang lalu
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
2 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
2 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
3 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved