Total Keberatan Jangka Waktu Konversi Transaksi ke Rupiah

Rabu, 08 Juli 2015 - 11:05 WIB
Total Keberatan Jangka...
Total Keberatan Jangka Waktu Konversi Transaksi ke Rupiah
A A A
JAKARTA - PT Total E&P Indonesie mengaku keberatan dengan jangka waktu yang diberikan pemerintah untuk mengonversi transaksi sektor energi menggunakan rupiah. Masa transisi terkait kewajiban penggunaan rupiah untuk transaksi di dalam negeri dinilai terlalu cepat.

‎Vice President Corporate Communication HR and Finance Total E&P ‎Indonesie Arividya Noviyanto menuturkan, pihaknya memahami masyarakat di Tanah Air memang perlu mengurangi transaksi menggunakan mata uang asing‎ demi kebaikan Indonesia. Hanya saja, waktu enam bulan yang diberikan untuk konversi tersebut dinialai terlalu cepat.

Sekadar mengingatkan, untuk mendukung langkah Bank Indonesia (BI) mewajibkan transaksi menggunakan mata uang Garuda di dalam negeri, Kementerian ESDM membuat tiga kategori transaksi sektor ESDM yang kemudian dapat diberikan treatment untuk masing-masing kategori.

Salah satunya, kategori 2, yaitu transaksi yang masih membutuhkan waktu agar bisa menerapkan ketentuan BI, seperti pembelian bahan bakar (fuel), transaksi impor melalui agen lokal, kontrak jangka panjang, dan kontrak multi-currency.

"Masalahnya cuma kategori 2 saja mungkin ya, yang dikasih waktu cuma sampai enam bulan. Kalau bisa jangan secepat itu," katanya di Jakarta, Selasa (7/7/2015) malam.

Kendati demikian, sambung Novi, pihaknya akan berusaha agar kontrak migas yang baru bisa dikonversi menggunakan rupiah.

"Dalam hal ini, Total serius untuk berusaha memenuhi kategori 1, kategori 2 juga kategori 3 itu benar-benar tidak bisa diubah," imbuh dia.

Dia berharap, program BI untuk mewajibkan transaksi di dalam negeri menggunakan rupiah tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pendapatan Total secara keseluruhan. Hanya saja, barang impor yang biasa menggunakan USD jika dikonversi ke rupiah memang berpotensi membuat vendor menaikkan harga produknya.‎

"Supaya dia, katakanlah hedging sendiri. Itu yang sedang dikaji SKK apakah ada possibility hedging," tambah Novi.

Transaksi Total Pakai Rupiah hanya 30%


Novi mengungkapkan, program konversi ini tidak ‎akan mengganggu neraca keuangan Total secara keseluruhan. Sebab, saat ini transaksi yang menggunakan rupiah masih di bawah 30%.

"Tidakk (pengaruh). Apalagi yang bagian rupiah full transaction tidak begitu besar sekarang. S‎aat ini, di bawah 30% tapi dengan ini bisa naik," terang Novi.

Saat ini, sambungnya, transaksi dalam production sharing contract (PSC) ‎masih dibukukan menggunakan USD, seluruh kontrak migas dalam sejarahnya juga menggunakan USD, gaji ekspatriat menggunakan USD, sementara sewa hotel yang dulu menggunakan USD, kini sudah ditransaksikan menggunakan rupiah.

Sedangkan untuk transaksi yang menggunakan rupiah, antara lain gaji pegawai, sewa barang dan sewa mobil. Secara keseluruhan, anggaran belanja yang dikeluarkan Total selama setahun mencapai USD2,3 miliar.

"Kalau beli mobil (pakai) rupiah. Sewa mobil juga rupiah ke depannya. Pokoknya komponen yang bisa dibuat di dalam negeri harusnya pakai rupiah," tandasnya.‎
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Bank Tebar E-Voucher...
MNC Bank Tebar E-Voucher Bernilai Total Ratusan Juta Rupiah Jelang Akhir 2020!
Medco E&P Terus Berinovasi...
Medco E&P Terus Berinovasi Penuhi Kebutuhan Energi Terjangkau dan Berkelanjutan
Pandemi atau Tidak,...
Pandemi atau Tidak, Medco E&P Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat
Transaksi di MotionTrade...
Transaksi di MotionTrade Syariah Berhadiah Total Puluhan Juta Rupiah!
Direstui Pemerintah,...
Direstui Pemerintah, Blok Corridor Resmi Gunakan Cost Recovery
Wuih! BNI Tebar Miliaran...
Wuih! BNI Tebar Miliaran Rupiah bagi Nasabah E-Commerce
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved