Mantan Ketua BPK Ini Tak Setuju RI Dianggap Sedang Krisis

Rabu, 08 Juli 2015 - 18:17 WIB
Mantan Ketua BPK Ini...
Mantan Ketua BPK Ini Tak Setuju RI Dianggap Sedang Krisis
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Anwar Nasution tidak setuju jika saat ini Indonesia dianggap masa krisis. Karena, krisis ada ketika zaman pemerintahan sebelumnya

Anwar mengatakan, kebijakan pemerintah sebelumnya yang dilakukan adalah mengalirkan seperlima anggaran untuk subsidi BBM.

"Kemarin itu, sebelum pemerintahan sekarang, seperlima dari anggaran negara untuk subsidi BBM. Siapa yang menikmatinya? Ya kaum-kaum itu yang menikmati, yang ruangan pakai AC, mobilnya boros bensin. Bukan orang miskin yang nikmati," katanya di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Pemerintah terdahulu juga kondisi rupiah sangat menguat, yakni Rp9.000-an, stagnan dan efektif. Tapi komoditas banyak yang dari impor.

"Dulu zaman sebelumnya, itu rupiah menguat secara efektif, tapi pepaya pun kita impor dari California karena murah. Ini membuat mati industri kita, enggak bisa bersaing ke luar negeri. Kita ini kuli China, ekspormu hasil tambang, hasil kebun sama babu-babu karena enggak punya pendidikan dan keahlian," katanya.

Anwar pun meminjam istilah dari mantan Presiden Soekarno bahwa bangsa ini adalah bangsa yang statusnya kuli. Karena ketiadaan lapangan kerja di dalam negeri.

"Terus saudara-saudaramu itu pergi ke Malaysia kerja di pabrik Korea, Jepang. Kenapa kita undang mereka investasi di Jawa? Supaya jangan sampai saudaramu ini melanglang buana ke berbagai negara. Nah ini yang enggak jalan di pemerintahan sebelumnya," jelas dia.

Selain itu, smelter pun dari pemerintahan terdahulu tidak jalan lantaran minim listrik untuk penunjang proyek tersebut. "Dia (pemerintahan sebelumnya) mau bikin smelter, tapi listrik enggak ada, pelabuhan enggak ada. Hasilnya rendah. Kalau punya uang bikinlah industri padat karya yang bisa serap tenaga kerja di pulau Jawa daripada mereka harus kerja di luar negeri," tandas Anwar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Pandemi, Ekonomi...
Dampak Pandemi, Ekonomi RI Resmi Minus 5,32% di Kuartal II/2020
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Merdeka Pak Jokowi!...
Merdeka Pak Jokowi! Ini Saran Pelaku Usaha untuk Ekonomi RI
Sandinomics: Optimistis,...
Sandinomics: Optimistis, Indonesia Mampu Hadapi Krisis Ekonomi Global!
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Terungkap! Ini Lho Juru...
Terungkap! Ini Lho Juru Selamat Krisis Ekonomi RI
Berita Terkini
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
28 menit yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
1 jam yang lalu
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
1 jam yang lalu
Infografis
Dianggap Lezat, 11 Negara...
Dianggap Lezat, 11 Negara Ini Suka Makan Daging Buaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved