Waspada, Dampak Krisis Ekonomi Singapura Menjalar ke RI
Rabu, 22 Juli 2020 - 15:07 WIB
loading...
Krisis ekonomi singapura perlu diwaspadai. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad meminta agar pemerintah waspada terhadap resesi yang dialami Singapura. Pasalnya, diperkirakan sampai kuartal III/2020 pertumbuhan ekonomi Singapura akan tetap negatif.
"Singapura bukan hanya menghadapi resesi tapi juga masuk dalam krisis ekonomi, hal ini harus diwaspadai, " kata Tauhid di Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Baca Juga: Mendag Optimis Resesi Singapura Tak Berdampak Signifikan pada Perdagangan
Tauhid menjelaskan, Singapura merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan menduduki peringkat ke-5 dalam hal ekspor dan peringkat ke 3 terkait impor. Sebab itu, tentu akan mengganggu sektor industri di dalam negeri. "Dalam hal impor ke Indonesia, Singapura menduduki tiga besar. Kondisi itu membuat impor dari Singapura menjadi turun. Hal ini akan berdampak pada kebutuhan sektor industri," terangnya.
Baca Juga: Selain Singapura, Ini Negara-Negara yang Lebih Dulu Mengalami Resesi Akibat Pandemi
Dia menambahkan, dengan berkurangnya bahan baku yang biasa dikirim oleh Singapura tentu akan mengganggu sektor industri manufaktur di dalam negeri. Dengan kondisi tersebut tentu akan berpengaruh pada produk yang akan di ekspor. "Turunnya bahan baku impor, tentunya membuat produksi menurun, apalagi produk yang orientasinya untuk ekspor. Nah, hal ini akan mengganggu neraca perdagangan Indonesia," jelasnya.
"Singapura bukan hanya menghadapi resesi tapi juga masuk dalam krisis ekonomi, hal ini harus diwaspadai, " kata Tauhid di Jakarta, Rabu (22/7/2020).
Baca Juga: Mendag Optimis Resesi Singapura Tak Berdampak Signifikan pada Perdagangan
Tauhid menjelaskan, Singapura merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan menduduki peringkat ke-5 dalam hal ekspor dan peringkat ke 3 terkait impor. Sebab itu, tentu akan mengganggu sektor industri di dalam negeri. "Dalam hal impor ke Indonesia, Singapura menduduki tiga besar. Kondisi itu membuat impor dari Singapura menjadi turun. Hal ini akan berdampak pada kebutuhan sektor industri," terangnya.
Baca Juga: Selain Singapura, Ini Negara-Negara yang Lebih Dulu Mengalami Resesi Akibat Pandemi
Dia menambahkan, dengan berkurangnya bahan baku yang biasa dikirim oleh Singapura tentu akan mengganggu sektor industri manufaktur di dalam negeri. Dengan kondisi tersebut tentu akan berpengaruh pada produk yang akan di ekspor. "Turunnya bahan baku impor, tentunya membuat produksi menurun, apalagi produk yang orientasinya untuk ekspor. Nah, hal ini akan mengganggu neraca perdagangan Indonesia," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :