alexametrics

Jokowi: Kredit Motor dan Pembangunan Mal Sudah Berlebihan

loading...
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, kredit yang bersifat konsumtif seperti kredit motor, mobil, hingga tingkat pembangunan pusat perbelanjaan alias mal sudah terlalu berlebihan.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menuju tren yang tidak berkelanjutan (sustainable).

"Ekonomi kita beberapa tahun kemarin sudah menuju tren yang tidak sustainable. Kredit perbankan besar, padahal ekonomi kita hanya tumbuh 5%-6%. Kredit konsumsi, beli motor, mobil menurut saya sudah berlebihan. Spekulasi properti, membangun pusat perbelanjaan, mall, rumah mewah, kita harus hati-hati," katanya di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).

Menurutnya, Indonesia saat ini akan mengakhiri siklus ekonomi yang konsumtif tersebut dan beralih ke siklus ekonomi yang lebih produktif dan fundamental.

"Harus kita pahami bahwa ekonomi kita baru mengakhiri satu siklus, dan sedang diarahkan ke satu siklus ekonomi baru. Ini yang saya sebut ekonomi kita sedang mengalami transisi fundamental. Sedang beralih konsumsi ke produksi," imbuh dia.



Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, mesim pertumbuhan dari siklus yang lalu sudah tidak bisa diandalkan, dan kita harus beralih ke fase hilirisasi dan industrialisasi.

"Dunia telah berubah, menggali sumber mentah sudah tidak lagi menghasilkan kemakmuran. Karena harga komoditas sedang anjlok turun. Growth engine yang baru memang belum bangkit sepenuhnya," pungkas Presiden Jokowi.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top