Jokowi Imbau Produsen Jangan Asal Naikkan Harga
Jum'at, 10 Juli 2015 - 00:07 WIB
Jokowi Imbau Produsen Jangan Asal Naikkan Harga
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau, menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), produsen diminta jangan asal menaikkan harga produk. Selama ini kenaikan harga kerap terjadi saat nilai tukar rupiah melemah.
Menghadapi pelemahan kurs produsen sebaiknya tidak langsung menaikkan harga. Perlu dipikirkan bagaimana mengefisienkan biaya dan menekan ongkos, serta mengubah sistem distribusi agar tidak rugi.
"Mestinya kita harus pikir bagaimana mengefisienkan biaya, menekan ongkos, mengubah sistem produksi, distribusi, desain supaya lebih efisien. Bukan mencari gampang, kurs naik, harga ikut naik," ujarnya, dalam acara Silaturahmi dengan Dunia Usaha di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Menurut Jokowi, hal tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh produsen. Mereka tidak pernah berpikir untuk mengubah sistem produksi. Padahal, tingginya harga membuat barang dan jasa tidak kompetitif.
"Itu yang bertahun-tahun kita lakukan, tidak pernah berpikir untuk mengubah sistem produksi. Tingginya harga barang dan jasa yang membuat kita tidak kompetitif," tandasnya.
Baca juga:
Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Akhir Juni Turun
Ini Penyebab Ekonomi RI Melambat versi ISEI
Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal
Lho! Jokowi Sebut Utang Luar Negeri Masih Kecil
Menghadapi pelemahan kurs produsen sebaiknya tidak langsung menaikkan harga. Perlu dipikirkan bagaimana mengefisienkan biaya dan menekan ongkos, serta mengubah sistem distribusi agar tidak rugi.
"Mestinya kita harus pikir bagaimana mengefisienkan biaya, menekan ongkos, mengubah sistem produksi, distribusi, desain supaya lebih efisien. Bukan mencari gampang, kurs naik, harga ikut naik," ujarnya, dalam acara Silaturahmi dengan Dunia Usaha di JCC, Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Menurut Jokowi, hal tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh produsen. Mereka tidak pernah berpikir untuk mengubah sistem produksi. Padahal, tingginya harga membuat barang dan jasa tidak kompetitif.
"Itu yang bertahun-tahun kita lakukan, tidak pernah berpikir untuk mengubah sistem produksi. Tingginya harga barang dan jasa yang membuat kita tidak kompetitif," tandasnya.
Baca juga:
Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Akhir Juni Turun
Ini Penyebab Ekonomi RI Melambat versi ISEI
Ekonomi Melemah, Pengusaha Akui Terjadi PHK Massal
Lho! Jokowi Sebut Utang Luar Negeri Masih Kecil
(dmd)
Lihat Juga :