Rupiah Pekan Depan Diprediksi Stabil
Minggu, 12 Juli 2015 - 12:43 WIB
Rupiah Pekan Depan Diprediksi Stabil
A
A
A
JAKARTA - Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi, rupiah pada pekan depan akan stabil di kisaran Rp13.240-Rp13.320/USD.
Menurut dia, laju rupiah pekan depan akan cukup stabil jika dibandingkan dengan penutupan Jumat pekan ini didukung cukup terkendalainya kondisi ekonomi di dalam negeri.
"Rupiah saya rasa tidak akan bergerak ke mana-mana, tetap di angka Rp13.240-Rp13.320/USD karena kalau saya melihat kondisi di dalam negeri cukup stabil dan terkendali dan juga tidak ada gejolak. Jadi USD juga tidak bergerak ke mana-mana indeksnya," kata dia kepada Sindonews, Minggu (12/7/2015).
Dia berpendapat, laju rupiah tidak akan terlalu dipengaruhi perdagangan pekan depan yang singkat karena hanya tiga hari, akibat libut Hari Raya Idul Fitri.
"Kalau soal minggu depan lebaran, juga tidak akan pengaruh ke rupiah kita, tetap ada di level segitu saja," kata dia.
Meski demikian, William mengatakan, Indonesia harus tetap waspada dengan kondisi ekonominya mengingat banyaknya sentimen dari global, seperti krisis Yunani yang masih berkelanjutan dan pasar saham China yang baru saja mengalami koreksi tajam.
"China memang sekarang sudah mulai rebound, tapi tetap harus diwaspadai," katanya.
Adapun posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan ini berada di level Rp13.304/USD atau menguat 43 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.347/USD.
Menurut dia, laju rupiah pekan depan akan cukup stabil jika dibandingkan dengan penutupan Jumat pekan ini didukung cukup terkendalainya kondisi ekonomi di dalam negeri.
"Rupiah saya rasa tidak akan bergerak ke mana-mana, tetap di angka Rp13.240-Rp13.320/USD karena kalau saya melihat kondisi di dalam negeri cukup stabil dan terkendali dan juga tidak ada gejolak. Jadi USD juga tidak bergerak ke mana-mana indeksnya," kata dia kepada Sindonews, Minggu (12/7/2015).
Dia berpendapat, laju rupiah tidak akan terlalu dipengaruhi perdagangan pekan depan yang singkat karena hanya tiga hari, akibat libut Hari Raya Idul Fitri.
"Kalau soal minggu depan lebaran, juga tidak akan pengaruh ke rupiah kita, tetap ada di level segitu saja," kata dia.
Meski demikian, William mengatakan, Indonesia harus tetap waspada dengan kondisi ekonominya mengingat banyaknya sentimen dari global, seperti krisis Yunani yang masih berkelanjutan dan pasar saham China yang baru saja mengalami koreksi tajam.
"China memang sekarang sudah mulai rebound, tapi tetap harus diwaspadai," katanya.
Adapun posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan ini berada di level Rp13.304/USD atau menguat 43 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.347/USD.
(rna)