Dana Kelolaan BPJS Ditargetkan Rp500 T
Senin, 13 Juli 2015 - 10:31 WIB
Dana Kelolaan BPJS Ditargetkan Rp500 T
A
A
A
BANDUNG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan memiliki dana kelolaan lebih dari Rp500 triliun hingga akhir 2019. Hingga semester I/2015, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp200 triliun.
Gunamerealisasikannya, perseroan akan mendorong pertumbuhan kepesertaan. Strategi ini sejalan upaya perseroan yang menargetkan total kepesertaan pada 2018 mencapai 40 juta jiwa. ”Kami meyakini target dana kelolaan tepatnya Rp512 triliun. Makin banyak pesertanya, uang juga banyak, dana investasi makin besar, dan imbal hasilnya juga besar,” kata Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, di Bandung, akhir pekan lalu.
Menurut Elvyn, hingga semester I/2015, total dana kelolaan sekitar Rp200 triliun dengan jumlah peserta mencapai 17 juta jiwa. Dengan asumsi pembayaran iuran Rp40 juta per tahun, Elvyn optimistis target dana kelolaan Rp500 triliun pada 2018 akan tercapai.
Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan, Agus Supriyadi, mengatakan, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari 269.675 pekerja dari perusahaan; 14.050.291 tenaga kerja penerima upah; 585.225 tenaga kerja bukan penerima upah; dan 2.399.687 tenaga kerja konstruksi.
Adapun berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, peserta dari perusahaan merupakan kontributor terbesar terhadap penambahan peserta dengan pertumbuhan 182,83% (yoy). Sementara tenaga bukan penerima upah menempati posisi terakhir dengan pertumbuhan 31,66% (yoy).
Mengenai hal tersebut, Agus mengakui saat ini sebagian besar pekerja dari perusahaan besar memang telah menjadi bagian kepesertaan aktif. Namun, ke depannya dia mengharapkan, peserta golongan segmen mikro juga dapat lebih banyak yang terdaftar. ”Sampai akhir semester I/ 2015, kami mencatat ada penambahan peserta sebanyak 4.146.040 jiwa,” ujar dia.
Gelar Mudik Gratis
Sementara itu, kemarin, BPJS Ketenagakerjaan menggelar acara mudik gratis bertajuk “Green, Mudik Gembira”. Total ada sekitar 4.000 pekerja beserta keluarganya yang ikut mudik gratis ke berbagai kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Para pemudik pun diberi pohon untuk ditanam di kampung halamannya. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri, mengapresiasi kegiatan ini.
“Mudik bareng ini sangat membantu teman-teman pekerja dan buruh yang mau mudik, sehingga mereka punya transportasi yang lebih baik dibanding mereka yang mudik menggunakan motor. Sebab, mudik menggunakan motor lebih berisiko, apalagi kalau bersama keluarganya,” ujar Menaker.
Sementara Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Juanedi, mengatakan, mudik gratis bagi para pekerja ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja. “Ini merupakan mudik bareng yang dilaksanakan tahun ketiga, dan akan diteruskan pada waktuwaktu selanjutnya. Kami harapkan para pekerja menjadi lebih nyaman pulang ke kampung halaman,” ucapnya.
Hafid Fuad/Arsy Ani S
Gunamerealisasikannya, perseroan akan mendorong pertumbuhan kepesertaan. Strategi ini sejalan upaya perseroan yang menargetkan total kepesertaan pada 2018 mencapai 40 juta jiwa. ”Kami meyakini target dana kelolaan tepatnya Rp512 triliun. Makin banyak pesertanya, uang juga banyak, dana investasi makin besar, dan imbal hasilnya juga besar,” kata Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, di Bandung, akhir pekan lalu.
Menurut Elvyn, hingga semester I/2015, total dana kelolaan sekitar Rp200 triliun dengan jumlah peserta mencapai 17 juta jiwa. Dengan asumsi pembayaran iuran Rp40 juta per tahun, Elvyn optimistis target dana kelolaan Rp500 triliun pada 2018 akan tercapai.
Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan, Agus Supriyadi, mengatakan, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan terdiri dari 269.675 pekerja dari perusahaan; 14.050.291 tenaga kerja penerima upah; 585.225 tenaga kerja bukan penerima upah; dan 2.399.687 tenaga kerja konstruksi.
Adapun berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, peserta dari perusahaan merupakan kontributor terbesar terhadap penambahan peserta dengan pertumbuhan 182,83% (yoy). Sementara tenaga bukan penerima upah menempati posisi terakhir dengan pertumbuhan 31,66% (yoy).
Mengenai hal tersebut, Agus mengakui saat ini sebagian besar pekerja dari perusahaan besar memang telah menjadi bagian kepesertaan aktif. Namun, ke depannya dia mengharapkan, peserta golongan segmen mikro juga dapat lebih banyak yang terdaftar. ”Sampai akhir semester I/ 2015, kami mencatat ada penambahan peserta sebanyak 4.146.040 jiwa,” ujar dia.
Gelar Mudik Gratis
Sementara itu, kemarin, BPJS Ketenagakerjaan menggelar acara mudik gratis bertajuk “Green, Mudik Gembira”. Total ada sekitar 4.000 pekerja beserta keluarganya yang ikut mudik gratis ke berbagai kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Para pemudik pun diberi pohon untuk ditanam di kampung halamannya. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri, mengapresiasi kegiatan ini.
“Mudik bareng ini sangat membantu teman-teman pekerja dan buruh yang mau mudik, sehingga mereka punya transportasi yang lebih baik dibanding mereka yang mudik menggunakan motor. Sebab, mudik menggunakan motor lebih berisiko, apalagi kalau bersama keluarganya,” ujar Menaker.
Sementara Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Juanedi, mengatakan, mudik gratis bagi para pekerja ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja. “Ini merupakan mudik bareng yang dilaksanakan tahun ketiga, dan akan diteruskan pada waktuwaktu selanjutnya. Kami harapkan para pekerja menjadi lebih nyaman pulang ke kampung halaman,” ucapnya.
Hafid Fuad/Arsy Ani S
(bbg)