Pertamina Minta Dispensasi Kewajiban Pakai Rupiah

Selasa, 14 Juli 2015 - 22:34 WIB
Pertamina Minta Dispensasi...
Pertamina Minta Dispensasi Kewajiban Pakai Rupiah
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meminta dispensasi terkait kewajiban menggunakan mata uang rupiah, sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunaan rupiah dalam transaksi di dalam negeri.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, perseroan telah mengajukan surat kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan agar transaksi migas bisa diberikan pengecualian.

"‎Sekarang kan kita sudah mengajukan surat ke perdagangan dan kemenkeu untuk migas ini bisa diberikan pengecualian," ujarnya di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Dia menuturkan, permintaan perseroan agar diberikan pengecualian dalam transaksi migas di dalam ‎negeri lantaran kebutuhan dolar Amerika Serikat (USD) cukup besar. Sebab itu, konversi rupiah tersebut bisa dipastikan membutuhkan ongkos tambahan.

"Jadi ini yang sedang kita urus, dan dalam proses lah. Ketika kebijakan itu ada, kita langsung bereaksi dan mengajukan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I GN Wiratmaja menuturkan, perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan BI terkait kewajiban penggunaan rupiah di dalam negeri. Terlebih, industri migas merupakan industri strategis yang banyak berkontribusi terhadap penerimaan negara.

"‎Makanya dibagi dengan tiga kategori. Satu, yang langsung bisa transaksi dalam rupiah, dua, yang masih perlu dievaluasi apa bisa rupiah atau tetap dolar, tiga memang harus dolar. Jadi ke depan, kalau memang harus dolar ya akan pakai dolar. Migas itu seperti pengadaan elpiji untuk impor kan harus dolar, pengadaan LNG, sewa kapal asing, itu sedang dievaluasi," pungkasnya.

Baca juga:

Transaksi Wajib Pakai Rupiah, BI Jangan Lepas Tangan

Pertamina Kirim Surat ke BI soal Wajib Rupiah

Kemenhub: Pelabuhan Internasional Wajib Pakai Rupiah
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
37 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved