Menyoroti Pasar Properti

Rabu, 15 Juli 2015 - 08:06 WIB
Menyoroti Pasar Properti
Menyoroti Pasar Properti
A A A
Semenjak mulai berkembang pada awal tahun 90an, Kinerja Pasar properti di Jakarta memiliki kaitan yang erat dengan kondisi ekonomi nasional.

Kinerja pasar perkantoran sangat berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat realisasi investasi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi pada suatu periode, semakin besar pula permintaan ruang perkantoran untuk mengakomodasi aktifitas bisnis pada periode tersebut.

Sementara itu, kinerja pasar perumahan dan konminium sangat berkaitan dengan tingkat suku bunga karena sebagian besar sumber permintaan pada sektor ini masih tergantung pada pinjaman perbankan Kondisi perekonomian yang kurang kondusif dalam beberapa periode terakhir ini dengan ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, ditambah dengan terus terdepresiasinya Rupiah terhadap Dollar Amerika secara tidak langsung telah berdampak terhadap kinerja sektor properti pada kuartal 1 2015.

Hal ini terlihat dari melambatnya pertumbuhan sektor properti selama kuartal 1 2015. Permintaan sektor properti terkoreksi cukup signifikan sejalan melemahnya ekonomi dan tertundanya pengambilan keputusan terkait aktifitas transaksi disektor properti. Secara umum, kinerja pasar properti selama kuartal 1 2015 secara jelas ditunjukkan oleh lima indikator pasar. Pertama, melambatnya aktifitas konstruksi sejalan terdepresiasinya nilai Rupiah mempengaruhi penyediaan dan penyelesaian pasokan baru.

Kedua, jumlah proyek baru ang diluncurkan ke pasar mengalami penurunan hampir di semua sektor properti. Ketiga, menurunnya jumlah transaksi penjualan dan penyewaan properti. Keempat, tingkat huniam dan penjualan relatif stabil hampir disemua sektor properti. Dan yang terakhir, walaupun tetap bergerak positif, harga sewa dan jual sektor properti menunjukkan pertumbuhan yang melambat. Kinerja pasar properti selama kuartal 1 2015 menunjukkan pergerakan melambat baik dari sisi permintaan maupun kenaikan harga.

Penyerapan bersih yang rendah ditambah mulai beroperasinya beberapa pasokan baru ruang perkantoran di Jakarta, menjadikan tingkat hunian mengalami penurunan menjadi 94,1%. Begitu juga dengan sektor kondominium dimana penyerapan yang terjadi masih relatif rendah dalam beberapa kuartal terakhir. Hal ini terus memberikan tekanan terhadap harga sewa dan jual yang walalupun masih menunjukkan pergerakan positif tetapu pertumbuhannya melambat.

Tidak adanya pasokan baru yang mulai beroperasi dalam kuartal 1 2015, menjadikan tingkat penyerapan ruang ritel di Jakarta cukup terbatas. Tingkat hunian mengalami kenaikan sebesar 1,1% menjadi 93,0% seiring tidak adanya pasokan baru yang masuk ke pasar. Masuknya brand-brand internasional bru ke pasar retail Jakarta memberikan dampak positif terhadap harga sewa dimana retail center memiliki lebih banyak kemungkinan pilihan penyewa.

Proyeksi kinerja pasar properti di Jakarta dalam kuartal 2 2015 masih akan sangat ditentukan dengan kondisi ekonomi makro selama periode tersebut. Menghadapi liburan lebaran yanG terjadi pada awal kuartal ketiga, kami memperkirakan sektor properti akan menunjukkan pergerakan berarti pada kuartal 2 2015.

Kinerja pasar properti dalam jangka pendek ke depan akan ditunjukan oleh beberapa indikator pasar seperti: Posisi wait and see dari pelaku usaha dalam menyikapi kondisi makro ekonomi akan berpengaruh terhadap permintaan sektor properti dimana sebagian dari mereka akan menimbang ulang terkait pengambilan keputusan dalam transaksi sektor properti. Tingkat hunian dan penjualan akan stabil belum menunjukan pergerakan yang berarti. Tekanan terhadap harga sewa dan jual akan semakin besar seiring tingkat permintaan yang masih rendah.

Akses pendanaan bagi pengembangan properti akan semakin selektif sehingga membatasi peluncuran penawaran pasokan baru. Dari sisi permintaan, penerapan kebijakan Loan to Value baru akan memberikan peluang bagi real demand dalam melakukan transaksi di sektor properti.

Tommy H. Bastamy
Direktur Coldwell Banker Commercial
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Pengusaha Properti...
5 Pengusaha Properti Dunia Terkaya
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Properti Pulih Lebih...
Properti Pulih Lebih Cepat, Daya Beli Bangkit Lebih Kuat
Diskusi Bedah Potensi...
Diskusi Bedah Potensi Properti di tahun 2022
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
42 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved