USD Tertekan, Rupiah Dibuka Balik Menguat
Rabu, 15 Juli 2015 - 10:20 WIB
USD Tertekan, Rupiah Dibuka Balik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka balik menguat di tengah tertekannya USD setelah rilis penjualan retail pada Juni.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.325/USD. Posisi ini terapresiasi 18 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di Rp13.343/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.329/USD, menguat 10 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.339/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.329/USD atau terdepresiasi 9 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.320/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.332/USD. Posisi tersebut menguat 15 poin dibanding kemarin di level Rp13.347/USD.
Sementara poundsterling menguat Rabu pagi setelah Bank Sentral Inggris (BOE) menempatkan prospek kenaikan suku bunga di tengah penurunan mengejutkan penjualan retail Amerika Serikat, yang menekan USD.
Dikutip dari Reuters, poundsterling menguat ke level tertinggi dua pekan terhadap USD, yen dan euro. Poundsetrling naik ke 1,5640/USD dan 192,94/yen, sementara euro merosot ke 70,33 pence. Poundsterling terakhir berada di 1,5637/USD, setelah melompat 1% di performa terbaik satu hari dalam satu bulan.
Penjualan retail AS tergelincir 0,1%, di bawah perkiraan untuk kenaikan 0,4%, sehingga memicu kekhawatiran pelambatan ekonomi. Hal ini berimbas dengan mundur USD terhadap yen ke 123,35, sementara euro berakhir di 1,1015/USD.
Dolar Australia mencapai level tertinggi terhadap USD ke 0,7479, menguat dari koreksi terdalam enam tahun terakhir di 0,7372, yang terjadi pada pekan lalu.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.325/USD. Posisi ini terapresiasi 18 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di Rp13.343/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.329/USD, menguat 10 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.339/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.329/USD atau terdepresiasi 9 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.320/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.332/USD. Posisi tersebut menguat 15 poin dibanding kemarin di level Rp13.347/USD.
Sementara poundsterling menguat Rabu pagi setelah Bank Sentral Inggris (BOE) menempatkan prospek kenaikan suku bunga di tengah penurunan mengejutkan penjualan retail Amerika Serikat, yang menekan USD.
Dikutip dari Reuters, poundsterling menguat ke level tertinggi dua pekan terhadap USD, yen dan euro. Poundsetrling naik ke 1,5640/USD dan 192,94/yen, sementara euro merosot ke 70,33 pence. Poundsterling terakhir berada di 1,5637/USD, setelah melompat 1% di performa terbaik satu hari dalam satu bulan.
Penjualan retail AS tergelincir 0,1%, di bawah perkiraan untuk kenaikan 0,4%, sehingga memicu kekhawatiran pelambatan ekonomi. Hal ini berimbas dengan mundur USD terhadap yen ke 123,35, sementara euro berakhir di 1,1015/USD.
Dolar Australia mencapai level tertinggi terhadap USD ke 0,7479, menguat dari koreksi terdalam enam tahun terakhir di 0,7372, yang terjadi pada pekan lalu.
(rna)