Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD50/barel
Kamis, 23 Juli 2015 - 10:19 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah USD50/barel
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah hari ini anjlok ke bawah level USD50 per barel, setelah data pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjukkan stok minyak mentah lebih tinggi. Hal ini menambah kekhawatiran akan kelebihan pasokan minyak global.
Departemen Energi AS mengatakan, stok minyak mentah komersial AS naik sebesarl 2,5 juta barel pekan lalu. Sementara persediaan di Cushing, Oklahoma bertambah 800 ribu barel.
Laporan ini juga menunjukkan produksi minyak mentah AS sedikit berubah pada level mendekati rekor dari sekitar 9,6 juta barel per hari.
"Ada banyak hal negatif di pasar sekarang," ujar mitra pendiri di Again Capital, John Kilduff seperti dilansir dari AFP, di Jakarta, Kamis (23/7/2015).
Analis juga menyebutkan, penguatan USD juga menjadi penghambat terkereknya harga minyak mentah. Karena minyak mentah dijual dalam USD di pasar global, akibatnya komoditas menjadi lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya saat green back menguat.
Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun USD1,67 ke level USD49,19 per barel di New York Mercantile Exchange. Berakhir di bawah USD50 untuk pertama kalinya sejak 2 April.
Sementara minyak Eropa Brent untuk pengiriman September turun 91 sen menjadi USD56,13 per barel di London.
"Penurunan minyak di bawah USD50 per barel bisa memiliki dampak psikologis yang mengarah ke penjualan lanjut" kata analis Citi Futures, Tim Evans.
Departemen Energi AS mengatakan, stok minyak mentah komersial AS naik sebesarl 2,5 juta barel pekan lalu. Sementara persediaan di Cushing, Oklahoma bertambah 800 ribu barel.
Laporan ini juga menunjukkan produksi minyak mentah AS sedikit berubah pada level mendekati rekor dari sekitar 9,6 juta barel per hari.
"Ada banyak hal negatif di pasar sekarang," ujar mitra pendiri di Again Capital, John Kilduff seperti dilansir dari AFP, di Jakarta, Kamis (23/7/2015).
Analis juga menyebutkan, penguatan USD juga menjadi penghambat terkereknya harga minyak mentah. Karena minyak mentah dijual dalam USD di pasar global, akibatnya komoditas menjadi lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lainnya saat green back menguat.
Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun USD1,67 ke level USD49,19 per barel di New York Mercantile Exchange. Berakhir di bawah USD50 untuk pertama kalinya sejak 2 April.
Sementara minyak Eropa Brent untuk pengiriman September turun 91 sen menjadi USD56,13 per barel di London.
"Penurunan minyak di bawah USD50 per barel bisa memiliki dampak psikologis yang mengarah ke penjualan lanjut" kata analis Citi Futures, Tim Evans.
(izz)
Lihat Juga :