Kehadiran Pegawai Tinggi, Ditjen Bea dan Cukai Diapresiasi

Jum'at, 24 Juli 2015 - 08:46 WIB
Kehadiran Pegawai Tinggi,...
Kehadiran Pegawai Tinggi, Ditjen Bea dan Cukai Diapresiasi
A A A
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengapresiasi kinerja pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang tetap memberikan pelayanan prima selama periode libur Lebaran.

Ditjen Bea dan Cukai terus beroperasi 24 jam melayani kegiatan ekspor, impor, bongkar muat kapal dan sebagainya selama Lebaran. ”Pasca-Lebaran pun tidak ada libur berlebihan di Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, bahkan pegawai yang cuti kurang dari 5%, artinya mereka sadar bahwa pelayanan publik lebih utama,” ungkap Yuddy dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Yuddy secara keseluruhan juga mengaku puas dengan tingkat kehadiran PNS setelah cuti bersama Lebaran. Dia mengklaim, tingkat kehadiran PNS saat ini lebih baik dari masa sebelumnya.

Yuddy kemarin melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Kantor Pelayanan Dokumen Kesehatan Kapal Tanjung Priok, Pelabuhan Bongkar muat Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok dan sejumlah tempat lainnya. ”Kesiapan operasional di Pelabuhan Tanjung Priok ini sudah 90% meskipun setelah libur Hari Raya,” ujarnya.

Yuddy juga mengapresiasi upaya Ditjen Bea Cukai mengatasi masalah dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok dengan terus melakukan berbagai langkah perbaikan. Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, untuk mengatasi masalah yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya terkait dwelling time, pihaknya telah menyiapkan sejumlah tahapan.

”Ada beberapa tahapan yang sudah kita persiapkan untuk mengurangi waktu tunggu proses bongkar muat hingga keluar pelabuhan. Target kita proses itu akan sama seperti yang ada di Malaysia,” ujarnya.

Dalam proses menuju percepatan dwelling time , Heru menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan koordinasi dengan pihak-pihak lain di lapangan. Pihaknya mencoba mengurangi beban pada administrasi dengan melakukan koordinasi kepada lembaga-lembaga terkait untuk memilah mana saja perizinan yang mendesak dan mana yang bisa ditunda.

Heru menerangkan, upaya lainnya adalah dengan mengoptimalkan Indonesia National SingleWindow(INSW) danPusat Penanganan Perizinan Ekspor dan Impor. ”Sehingga,, jika pelaku usaha memerlukan suatu perizinan lanjutan, dapat langsung menuju Pos Terpadu, kemudian dapat dilakukan keputusan penegasan terkait dengan perizinan tersebut,” jelasnya.

M faizal
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved