Putin Pupuskan Harapan Sekutu Atas Ekspor Gas Rusia ke Eropa
Minggu, 29 Desember 2024 - 08:13 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Ukraina atas permasalahan ekspor gas dari Rusia ke Eropa. FOTO/Newsweek
A
A
A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Ukraina atas kurangnya waktu menandatangani kesepakatan transit gas Ukraina yang baru tahun ini memupuskan harapan negara-negara Uni Eropa yang bersahabat dengannya untuk mendapatkan suplai lebih lanjut, demikian menurut Reuters.
Perjanjian lima tahun yang saat ini berlaku yang mengijinkan gas Rusia untuk disalurkan ke Slovakia, Republik Ceko, Hungaria, dan Austria akan berakhir pada akhir tahun ini. Sekutu Putin, Robert Fico, Perdana Menteri Slovakia, dan Viktor Orbán, Perdana Menteri Hungaria, keduanya mendukung kelanjutan kesepakatan tersebut.
Kegagalan Putin untuk menandatangani kesepakatan gas baru dengan Ukraina akan menggeser sumber-sumber gas alam dari beberapa negara Eropa dan menyebabkan kerugian moneter karena mereka mencari negara-negara lain untuk mengisi kekosongan impor dan menemukan metode-metode baru untuk transit.
Baca Juga: AS di Ambang Gagal Bayar Utang, Janet Yellen Beri Peringatan Darurat
Harga gas telah naik 5% akibat kebuntuan ini, kata Bloomberg hari Jumat. Hilangnya pendapatan bagi Rusia dapat mempengaruhi kemampuan untuk berperang melawan Ukraina. Pasokan gas Rusia ke Eropa telah menurun sejak perang dimulai pada Februari 2022, karena sanksi. Moskow mengirimkan sekitar 15 miliar meter kubik (bcm) gas melalui Ukraina pada 2023 hanya 8% dari aliran puncaknya ke Eropa dari tahun 2018 hingga 2019. Ukraina sebelumnya mengatakan tidak akan memperbarui kesepakatan, yang akan berakhir pada 31 Desember 2024 karena kesepakatan ini membantu mendanai upaya perang Rusia.
Perjanjian lima tahun yang saat ini berlaku yang mengijinkan gas Rusia untuk disalurkan ke Slovakia, Republik Ceko, Hungaria, dan Austria akan berakhir pada akhir tahun ini. Sekutu Putin, Robert Fico, Perdana Menteri Slovakia, dan Viktor Orbán, Perdana Menteri Hungaria, keduanya mendukung kelanjutan kesepakatan tersebut.
Kegagalan Putin untuk menandatangani kesepakatan gas baru dengan Ukraina akan menggeser sumber-sumber gas alam dari beberapa negara Eropa dan menyebabkan kerugian moneter karena mereka mencari negara-negara lain untuk mengisi kekosongan impor dan menemukan metode-metode baru untuk transit.
Baca Juga: AS di Ambang Gagal Bayar Utang, Janet Yellen Beri Peringatan Darurat
Harga gas telah naik 5% akibat kebuntuan ini, kata Bloomberg hari Jumat. Hilangnya pendapatan bagi Rusia dapat mempengaruhi kemampuan untuk berperang melawan Ukraina. Pasokan gas Rusia ke Eropa telah menurun sejak perang dimulai pada Februari 2022, karena sanksi. Moskow mengirimkan sekitar 15 miliar meter kubik (bcm) gas melalui Ukraina pada 2023 hanya 8% dari aliran puncaknya ke Eropa dari tahun 2018 hingga 2019. Ukraina sebelumnya mengatakan tidak akan memperbarui kesepakatan, yang akan berakhir pada 31 Desember 2024 karena kesepakatan ini membantu mendanai upaya perang Rusia.
Lihat Juga :