BPJS Ketenagakerjaan Tunggu Revisi PP Peserta PNS-TNI

Jum'at, 24 Juli 2015 - 23:01 WIB
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Tunggu Revisi PP Peserta PNS-TNI
A A A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan masih menunggu hak mengelola program jaminan bagi 5,6 juta peserta dari PNS, TNI, dan Polri. Saat ini, pemerintah disebutkan sedang melakukan finalisasi revisi Peraturan Pemerintah (PP) program pensiun bagi penyelenggara negara tersebut.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn Masassya mengungkapkan, pemerintah belum memutuskan tentang pengelolaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi PNS. Hal ini akan diatur dalam PP tersendiri mengenai pengelola JKK dan JKM penyelenggara negara.

"Ada potensi 5,6 juta peserta. Belum pasti akan dilebur ke BPJS Ketenagakerjaan. Mereka akan diatur PP tersendiri yang sedang disiapkan pemerintah dan pelaksana tergantung isi PP," ujar Elvyn, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, saat ini program JKK dan JKM untuk penyelenggara negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan bagian pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS hanya mengelola untuk sektor swasta baik penerima upah dan bukan.

"Belum jelas akan dilebur atau tidak karena masih dibahas oleh beberapa kementerian. Sebaiknya harus disegerakan keputusannya karena PNS TNI dan Polri harus mendapatkan jaminan sesuai UU," katanya.

Hal ini penting sebagai strategi pihaknya mendorong pertumbuhan kepesertaan yang nantinya akan menambah iuran dan hasil investasi. Terlebih pada 2018, lembaga menargetkan total kepesertaan sebanyak 40 juta.

"Kami meyakini target dana kelolaan tepatnya Rp512 triliun. Makin banyak pesertanya uang juga banyak, dana investasi makin besar dan imbal hasil juga besar," ujarnya.

Menurut Elvyn, total aset sekitar Rp200 triliun hingga Juni 2015 dengan jumlah peserta 17 juta. Sehingga, dengan asumsi pembayaran iuran Rp40 juta per tahun, dirinya optimistis target aset akan tercapai.

BPJS mencatat total kepersertaan aktif mencapai 17.035.203 jiwa pada semester I 2015, tumbuh 18,08% secara year on year (yoy) dari posisi 14.426.599 jiwa. Atas jumlah tersebut kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai 76,05% dari rencana kerja akhir tahun (RKAT) sebanyak 22.399.344 jiwa. Saat ini, dari sisi penambahan peserta aktif baru mencapai 20,47% terhadap RKAT 2015 sebanyak 20.255.274 jiwa.

Baca juga:

Ini Nilai Kenaikan Santunan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Aset Lampaui Rp500 T
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Provinsi di Indonesia...
10 Provinsi di Indonesia dengan Jumlah PNS Terbanyak
Kendala e-Materai, Pendaftaran...
Kendala e-Materai, Pendaftaran Seleksi CPNS 2024 Diperpanjang
10 Provinsi dengan Jumlah...
10 Provinsi dengan Jumlah PNS Terbanyak, Nomor 1 Bukan Jakarta
4 Perbedaan PNS Pusat...
4 Perbedaan PNS Pusat dan Daerah, Gajinya Besaran Mana?
Kenaikan Tunjangan Kinerja...
Kenaikan Tunjangan Kinerja PNS Tuai Kontra Pegawai Swasta
Kabar Gembira! Lowongan...
Kabar Gembira! Lowongan Ribuan PNS Bakal Dibuka di Daerah
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved