Jual SUN Euro, Pemerintah Peroleh Rp18,3 Triliun

Sabtu, 25 Juli 2015 - 11:15 WIB
Jual SUN Euro, Pemerintah...
Jual SUN Euro, Pemerintah Peroleh Rp18,3 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan mengumumkan, penjualan surat utang negara (SUN) berdenominasi euro pada 23 Juli 2015 membukukan hasil sebesar 1,25 miliar euro atau sekitar Rp18,3 triliun.

Transaksi ini bagian dari program Global Medium Term Notes (GMTN) Republik Indonesia senilai USD30 miliar. ”Total penawaran yang masuk untuk seri RIEUR0725 inimencapai2,4miliareuro atau terjadi oversubscription sebesar 1,9 kali,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan dalam pernyataan tertulisnya kemarin.

Surat utang ini memiliki tenor atau jangka waktu jatuh tempo 10 tahun. Jatuh tempo surat utang ini pada 30 Juli 2025. Tingkat kupon surat utang ini 3,375% dengan yield (imbal hasil) sebesar 3,555%. Pendistribusian untuk seri RIEUR0725 adalah 17% untuk investor Inggris Raya, 9% untuk investor Jerman dan Austria, 8% untuk investor Skandinavia dan Swiss, 9% untuk investor Eropa lainnya, 37% untuk investor Amerika Serikat, 13% untuk investor Asia di luar Indonesia, dan 7% untuk investor Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset managers/fund managers sebesar 66%, bank/private banks 16%, asuransi/dana pensiun 9%, dan bank sentral/ sovereign funds 9%. Sebagai informasi, Indonesia saat ini sudah memperoleh peringkat (rating ) BBB- (stable ) dari Fitch, BB+ (positive ) dari Standard and Poor’s (S&P) serta Baa3 dari Moody’s.

Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah Deutsche Bank, Societe Generale, dan Standard Chartered Bank. Sedangkan pihak yang berperan sebagai co-managers adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Sementara itu, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui incoming bids tahun ini jauh berbeda dari tahun lalu yang mencapai 6,7 kali.

”Semua tahu saat ini pasar Eropa memang sedang kurang baik, tidak seperti 2014,” kata dia. Bambang mengatakan, kendati keputusan Yunani untuk keluar dari Uni Eropa sudah pasti, tetap masih ada sejumlah ketidakpastian yang memengaruhi pasar uang wilayah tersebut.

Namun, itu tidak mengendurkan minat investor terhadap surat utang dari Indonesia. Indonesia juga berani menjadi issuer pertama di wilayah luar Eropa. Di tengah goyahnya pasar di wilayah tersebut, incoming bid yang diterima kali ini terbilang wajar.

Rabia edra almira
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
28 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
36 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
58 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
2 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved