Simpang Siur Kenaikan Fed Rate Bikin Pasar Galau

Selasa, 28 Juli 2015 - 12:50 WIB
Simpang Siur Kenaikan...
Simpang Siur Kenaikan Fed Rate Bikin Pasar Galau
A A A
JAKARTA - Direktur Penelitian Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, simpang siur kenaikan Fed Rate di Amerika Serikat (AS) mampu membuat galau karena efeknya mempermainkan pasar global dan domestik.

Faisal mengatakan, The Fed yang masih belum pasti menaikkan Fed Rate merupakan isu yang dapat berpengaruh besar bagi pasar dunia meskipun hanya sekedar spekulasi.

"Spekulasi tentang kenaikan Fed Rate oleh The Fed seperti yang sudah diumumkan Amerika kan katanya akan naik tahun ini, tapi kita enggak pernah tahu kapan naik pastinya. Sebelum akhir tahun katanya akan dinaikkan. Tapi waktu pasnya itu belum ada gambaran," kata dia di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Faisal mengingatkan, naik turunnya Fed Rate bergantung pada ekonomi Amerika. Sebagai pengingat, ketika Fed Rate naik 2005/2006 ada faktor yang memengaruhi dari AS terutama sektor tenaga kerja.

"Pada wkatu itu, pengangguran di AS sedang turun. Nah saat ini, pengangguran di AS akan turun terus. Itu sinyal kalau Fade Rate akan turun meskipun kita belum tahu kapan," jelasnya.

Selain itu, efeknya akan ke capital outflow, karena dalam beberapa tahun terakhir ini, Fed Rate belum naik tapi isunya sudah mampu mencuat dan berimbas ke pasar.

"Seperti ada Maradona Effect. Jadi tanpa melakukan apa-apa, isu soal Fed Rate sudah bisa memainkan pasar. IHSG naik turun. Kalau di Asia, memang kita punya bursa saham tinggi. Tapi kita lebih terfluktuasi dibanding Malaysia, Singapura dan lainnya karena isu Fed Rate itu," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
17 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
30 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved