Permintaan USD Melemah, Rupiah Bertahan di Zona Hijau
Selasa, 28 Juli 2015 - 13:20 WIB
Permintaan USD Melemah, Rupiah Bertahan di Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini mampu bertahan di zona hijau lantaran permintaan terhadap USD melemah.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.460/USD, mendatar dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.462/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.464/USD. Posisi tersebut kian kuat dibanding kemarin di Rp13.504/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.466/USD, dengan kisaran harian Rp13.442-Rp13.484/USD. Posisi ini terangkat dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.496/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.460/USD, selisih 7 poin dari penutupan sebelumnya di Rp13.453/USD.
Sementara itu, USD melemah terhadap dolar Australia dan dolar Selandia Baru karena melemahnya permintaan USD.
Dikutip dari Bloomberg, dolar Selandia Baru naik 1,1% terhadap USD karena spekulasi Federal Reserve kemungkinan enggan berkomitmen menaikkan suku bunga pada bulan depan, sehingga melemahkan permintaan USD.
Dolar Australia naik untuk kali pertama dalam lima hari sebesar 0,6% menjadi 73,15 sen AS pagi waktu London, di tengah tanda-tanda pasar saham China berpotensi membaik. Dolar Selandia Baru berada di 66,66 sen AS, setelah mencapai 66,75.
(Baca: Rupiah Menguat Dipicu Sentimen China dan The Fed)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.460/USD, mendatar dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.462/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.464/USD. Posisi tersebut kian kuat dibanding kemarin di Rp13.504/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp13.466/USD, dengan kisaran harian Rp13.442-Rp13.484/USD. Posisi ini terangkat dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.496/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.460/USD, selisih 7 poin dari penutupan sebelumnya di Rp13.453/USD.
Sementara itu, USD melemah terhadap dolar Australia dan dolar Selandia Baru karena melemahnya permintaan USD.
Dikutip dari Bloomberg, dolar Selandia Baru naik 1,1% terhadap USD karena spekulasi Federal Reserve kemungkinan enggan berkomitmen menaikkan suku bunga pada bulan depan, sehingga melemahkan permintaan USD.
Dolar Australia naik untuk kali pertama dalam lima hari sebesar 0,6% menjadi 73,15 sen AS pagi waktu London, di tengah tanda-tanda pasar saham China berpotensi membaik. Dolar Selandia Baru berada di 66,66 sen AS, setelah mencapai 66,75.
(Baca: Rupiah Menguat Dipicu Sentimen China dan The Fed)
(rna)