IHSG Ditutup Dekati Level Terendah 16 Bulan
Selasa, 28 Juli 2015 - 16:34 WIB
IHSG Ditutup Dekati Level Terendah 16 Bulan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini ditutup dekati level terendah 16 bulan terakhir seiring dengan kembali jatuhnya bursa China. IHSG anjlok 56,53 poin atau 1,18% ke level 4.714,76.
Adapun posisi IHSG pada 16 bulan lalu atau 25 Maret 2014 berada di level 4.703,09. Pelemahan IHSG hari ini dimulai sejak pagi tadi, yang dibuka makin rendah terdampak merosotnya Wall Street semalam dan bursa Asia pagi ini. IHSG minus 23,86 poin atau 0,50% ke level 4.747,42 dan pada akhir sesi I makin parah ke level 4.732,34.
Sementara IHSG kemarin mencetak level terendah sepanjang tahun ini terimbas kejatuhan harian terbesar bursa saham China lebih dari 8% sejak 2007. IHSG anjlok 85,31 poin atau 1,76% ke level 4.771,28.
Koreksi tersebut seiring dengan memerahnya bursa Asia. Sementara bursa Asia berakhir mayoritas melemah.
Bursa saham China pada hari ini kembali terjungkal setelah otoritas Beijing mempercepat upaya menopang pasar sahamnya yang jatuh dan telah meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan dari negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Itu dilakukan dengan tujuan memperkuat kepercayaan investor yang mendominasi pasar saham China, namun indeks komposit Shanghai anjlok 1,7%.
"Kepercayaan investor retail di pasar saham China sangat lemah," kata Direktur UOB Kay Hian Steven Leung, seperti dilansir dari Reuters, Senin (28/7/2015).
Gejolak yang liar di pasar saham China telah memicu kekhawatiran di kalangan investor global tentang kesehatan perekonomian China, sehingga membuat investor Asia beralih menginvestasikan dananya ke aset aman, seperti obligasi pemerintah dan yen Jepang.
Adapun, indeks Shanghai negatif 62,56 poin atau 1,68% menjadi 3.663,00; indeks Straits Times turun 28,66 poin atau 0,85% menjadi 3.284,08; indeks Hang Seng menguat 151,98 poin atau 0,62% menjadi 24.503,94; dan indeks Nikkei susut 21,21 poin atau 0,10% ke 20.328,89.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,50 triliun dengan 4,52 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp534,76 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,47 triliun dan aksi beli Rp1,93 triliun. Tercatat 71 saham menguat, 219 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Sementara sektor saham hari ini hampir semua memerah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang tergerus 2,58%, diikuti keuangan turun 2,34%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp60 menjadi Rp2.590, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp30 menjadi Rp3.935 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 menjadi Rp10.150.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.025 menjadi Rp47.975, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp6.350 dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) turun Rp25 menjadi Rp2.925.
(Baca: IHSG Sesi I Berakhir Makin Parah)
Adapun posisi IHSG pada 16 bulan lalu atau 25 Maret 2014 berada di level 4.703,09. Pelemahan IHSG hari ini dimulai sejak pagi tadi, yang dibuka makin rendah terdampak merosotnya Wall Street semalam dan bursa Asia pagi ini. IHSG minus 23,86 poin atau 0,50% ke level 4.747,42 dan pada akhir sesi I makin parah ke level 4.732,34.
Sementara IHSG kemarin mencetak level terendah sepanjang tahun ini terimbas kejatuhan harian terbesar bursa saham China lebih dari 8% sejak 2007. IHSG anjlok 85,31 poin atau 1,76% ke level 4.771,28.
Koreksi tersebut seiring dengan memerahnya bursa Asia. Sementara bursa Asia berakhir mayoritas melemah.
Bursa saham China pada hari ini kembali terjungkal setelah otoritas Beijing mempercepat upaya menopang pasar sahamnya yang jatuh dan telah meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan dari negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Itu dilakukan dengan tujuan memperkuat kepercayaan investor yang mendominasi pasar saham China, namun indeks komposit Shanghai anjlok 1,7%.
"Kepercayaan investor retail di pasar saham China sangat lemah," kata Direktur UOB Kay Hian Steven Leung, seperti dilansir dari Reuters, Senin (28/7/2015).
Gejolak yang liar di pasar saham China telah memicu kekhawatiran di kalangan investor global tentang kesehatan perekonomian China, sehingga membuat investor Asia beralih menginvestasikan dananya ke aset aman, seperti obligasi pemerintah dan yen Jepang.
Adapun, indeks Shanghai negatif 62,56 poin atau 1,68% menjadi 3.663,00; indeks Straits Times turun 28,66 poin atau 0,85% menjadi 3.284,08; indeks Hang Seng menguat 151,98 poin atau 0,62% menjadi 24.503,94; dan indeks Nikkei susut 21,21 poin atau 0,10% ke 20.328,89.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,50 triliun dengan 4,52 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp534,76 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,47 triliun dan aksi beli Rp1,93 triliun. Tercatat 71 saham menguat, 219 saham melemah dan 90 saham stagnan.
Sementara sektor saham hari ini hampir semua memerah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah perkebunan yang tergerus 2,58%, diikuti keuangan turun 2,34%.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp60 menjadi Rp2.590, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp30 menjadi Rp3.935 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 menjadi Rp10.150.
Sementara saham-saham yang melemah, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2.025 menjadi Rp47.975, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp6.350 dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) turun Rp25 menjadi Rp2.925.
(Baca: IHSG Sesi I Berakhir Makin Parah)
(rna)
Lihat Juga :