Jelang Rilis Pertemuan The Fed, Rupiah Dibuka Membaik
Rabu, 29 Juli 2015 - 10:19 WIB
Jelang Rilis Pertemuan The Fed, Rupiah Dibuka Membaik
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka membaik lagi jelang rilis pertemuan Federal Reserve (the Fed) pada Rabu waktu setempat.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.439/USD, terangkat 26 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.465/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.442/USD. Posisi tersebut membaik 24 poin dibanding kemarin di Rp13.467/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.444/USD, terapresiasi 16 poin dari penutupan sebelumnya di Rp13.460/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.444/USD. Posisi ini turun 7 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.437/USD.
Sementara USD menguat tipis pada awal perdagangan hari ini di Asia karena para pedagang menanti sinyal lebih lanjut dari hasil pertemuan the Fed mengenai waktu kenaikan suku bunga.
Indeks USD berada di 96,651, setelah rebound dari level terendah dua pekan di 96,288 pada hari Senin. Euro terhadap USD menguat dari 1,11295 menjadi 1,1065/USD. Sementara terhadap yen, USD berada di 123,57, di atas level terendah sepanjang pekan ini di 123,01.
"Kami mengharapkan Fed menahan diri dari indikasi mengenai waktu kenaikan suku bunganya. Kami masih berharap kenaikan pada September," kata Kepala Riset Valas di JPMorgan Chase Bank Tohru Sasaki, seperti dilansir Reuters, Rabu (29/7/2015).
Dolar Australia diperdagangkan pada 0,7339/USD, pulih dari level terendah enam tahun di 0,7257 pada Selasa lalu. Dolar Kanada mencapai posisi 1,2928/USD dan dolar Selandia Baru naik ke 0,6739/USD.
Baca:
Rupiah Diprediksi Tertekan Jelang Rilis Rapat The Fed
IHSG Dibuka Rebound Didukung Bursa Global
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.439/USD, terangkat 26 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp13.465/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas pada level Rp13.442/USD. Posisi tersebut membaik 24 poin dibanding kemarin di Rp13.467/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.444/USD, terapresiasi 16 poin dari penutupan sebelumnya di Rp13.460/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.444/USD. Posisi ini turun 7 poin dari posisi penutupan sebelumnya di Rp13.437/USD.
Sementara USD menguat tipis pada awal perdagangan hari ini di Asia karena para pedagang menanti sinyal lebih lanjut dari hasil pertemuan the Fed mengenai waktu kenaikan suku bunga.
Indeks USD berada di 96,651, setelah rebound dari level terendah dua pekan di 96,288 pada hari Senin. Euro terhadap USD menguat dari 1,11295 menjadi 1,1065/USD. Sementara terhadap yen, USD berada di 123,57, di atas level terendah sepanjang pekan ini di 123,01.
"Kami mengharapkan Fed menahan diri dari indikasi mengenai waktu kenaikan suku bunganya. Kami masih berharap kenaikan pada September," kata Kepala Riset Valas di JPMorgan Chase Bank Tohru Sasaki, seperti dilansir Reuters, Rabu (29/7/2015).
Dolar Australia diperdagangkan pada 0,7339/USD, pulih dari level terendah enam tahun di 0,7257 pada Selasa lalu. Dolar Kanada mencapai posisi 1,2928/USD dan dolar Selandia Baru naik ke 0,6739/USD.
Baca:
Rupiah Diprediksi Tertekan Jelang Rilis Rapat The Fed
IHSG Dibuka Rebound Didukung Bursa Global
(rna)